Surabaya, 20 Mei 2025 – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Ilmiah Mahasiswa (FILM) tingkat nasional. Pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) Universitas Sebelas Maret tersebut, tim mahasiswa berhasil meraih Best Expo dan Best Tenant LKTI Nasional melalui inovasi ramah lingkungan bertajuk ELBINA.
ELBINA merupakan inovasi yang mengangkat isu sampah plastik, food waste, dan keamanan pangan dengan menawarkan solusi pengelolaan sampah yang mudah, terjangkau, dan dapat diterapkan oleh semua kalangan masyarakat. Inovasi ini dirancang agar dapat menjadi alternatif nyata bagi masyarakat dalam mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai serta menekan pemborosan pangan yang berdampak pada ekonomi rumah tangga.
Produk ELBINA terdiri atas dua teknologi terintegrasi, yaitu Biofoam (biodegradable styrofoam) dan Smart Halochromic Wrap. Biofoam ELBINA dibuat dari bahan alami berupa limbah bonggol jagung dan rumput laut Gracilaria verrucosa. Bonggol jagung yang memiliki kandungan selulosa tinggi dimanfaatkan sebagai bahan utama, sementara penambahan rumput laut berfungsi meningkatkan kekuatan fisik dan mekanik biofoam. Pemanfaatan limbah pertanian dan sumber daya lokal ini menjadikan biofoam ELBINA mudah diproduksi, ramah lingkungan, serta berpotensi diaplikasikan secara luas oleh masyarakat.
Selain itu, Biofoam ELBINA dilengkapi dengan Smart Halochromic Wrap, yaitu pelapis makanan ramah lingkungan yang berfungsi sebagai antibakteri sekaligus indikator kesegaran pangan. Wrap ini dibuat dari pati jagung, limbah kulit udang yang diolah menjadi kitosan, serta ekstrak kulit manggis sebagai pewarna alami. Teknologi ini memungkinkan masyarakat mengenali kondisi makanan secara visual tanpa alat khusus, sehingga dapat mencegah konsumsi makanan yang sudah tidak layak serta mengurangi pemborosan pangan.
Indikator warna pada Smart Halochromic Wrap terbagi menjadi tiga kategori, yaitu warna kuning yang menandakan makanan masih segar, warna hijau yang menunjukkan penurunan kualitas namun masih layak dikonsumsi, serta warna cokelat kehitaman yang menandakan makanan sudah tidak layak konsumsi. Dengan sistem sederhana ini, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung jargon “Karya Inovasi, Limbah Teratasi”, ELBINA tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah plastik dan food waste, tetapi juga membuka peluang solusi ekonomis berbasis pemanfaatan limbah lokal. Inovasi ini sejalan dengan SDGs No. 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pengurangan beban ekonomi rumah tangga, sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya seperti SDGs No. 3, 12, dan 15.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga serta membuktikan bahwa inovasi mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, ELBINA diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai solusi pengelolaan sampah yang inklusif dan berdaya guna bagi Indonesia.



