TINGKATKAN KUALITAS PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT, DOSEN FPK UNAIR BERIKAN PELATIHAN PENERAPAN SANITASI,HYGIENE PENENTUAN MASA SIMPAN DI KELOMPOK NELAYAN SUMENEP

image
By abdillah On Jumat, Juli 19 th, 2019 · no Comments · In

Tergabung dalam Kelompok Tani bernama UD Karang Baru, para petani yang dimotori Pak Masyuri memproduksi dodol, manisan, kerupuk, stik, mie dan jus berbahan rumput Laut. Produk yang telah dikembangkan dari tahun 2018 ini banyak diminati oleh masyarakat sekitar bahkan telah dijual dengan cara dititipkan di toko sekitar Kota Sumenep dan Kota Lainnya.

Menghadapi permintaan yang semakin banyak setiap harinya, Kelompok Tani UD Karang baru sadar produk yang diproduksi harus memiliki jaminan kualitas. Sebagai mitra binaan, UD Karang Baru kembali bekerja sama dengan Departemen Kelautan FPK UNAIR kembali melakukan pelatihan peningkatan kualitas produk. Sebanyak tiga orang dosen yaitu Dr. Adriana Monica Sahidu, Ir., Mkes, Annur Ahadi Abdillah, S.PI.,M.Si dan Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.Si., MSc. turun langsung kelapangan memberikan pelatihan dalam rangka menjawab tantangan tersebut.

Pelatihan dilaksanakan di lokasi workshop yang dimiliki UD Karang Baru pada hari Selasa sampai Rabu 16-17 Juli 2019.  Pelatihan yang dikemas interaktif ini terdiri dari sesi materi tentang Penerapan Sanitasi Hygiene yang disampaikan oleh Annur Ahadi Abdillah, S.PI.,M.Si dan materi kedua  tentang penentuan masa simpan disampaikan oleh Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.Si., M.Sc. Dalam penyuluhan tersebut, dipaparkan tentang pentingnya  menjaga kebersihan mulai dari lingkungan, tempat produksi, Bahan baku sampai kebersihan pekerja itu sendiri. “Untuk mempermudah komunikasi, penyampaian diselingi dengan contoh nyata yang kerap terjadi di lapangan. Agar peserta tidak bosan saya mengajak perwakilan peserta untuk memperagakan cara cuci tangan yang baik dan benar diikuti oleh peserta lainnya” Ujar Annur Ahadi.

Materi kedua disampaikan, fokus pada teknis produksi yang mengarah pada masa simpan. “ Bahan baku rumput laut yang dipakai harus berasal dari budidaya yang berumur 40 hari. Bahan baku ini menentukan juga kualitas produk yang berakibat pada masa simpan produk. Jika bahan baku jelek, produk akan tidak sesuai standard dan cepat mengalami kerusakan” ujar Dwi  Yuli yang sehari hari mengajar di Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan kelautan Universitas Airlangga.

Setelah mendapatkan materi teori,  peserta dipimpin oleh Ibu Uswatun Hasanah dan Ibu Aliyah untuk melakukan simulasi produksi. Simulasi Produksi dilakukan dengan menerapkan dua materi yang telah disampaikan sebelumnya. Saat simulasi, peserta mencuci  tangan terlebih dahulu untuk menjaga kebersihan tangan kemudian menggunakan  masker, sarung tangan serta celemek sebagai salah satu penerapan sanitasi.  

Baca Juga :
http://news.unair.ac.id/2019/07/18/dosen-fpk-turut-kembangkan-usaha-petani-rumput-laut-di-sumenep/ 

Penulis Annur Ahadi Abdillah
Dosen Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga
Email: annur.ahadi@fpk.unair.ac.id

 802 total views,  2 views today

Please follow and like us:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
YOUTUBE
Instagram