Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan terkait penanganan hasil perikanan, Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga yakni Dwi Yuli Pujiastuti, Dr. Laksmi Sulmartiwi dan Lailatul Lutfiyah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pemberdayaan Nelayan Teluk Kumbar Penang Melalui Pengolahan Produk perikanan Bernilai Tambah Berbasis Teknologi Tepat Guna bagi komunitas nelayan di Teluk Kumbar, Penang, Malaysia. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi community services antara Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dengan School of Biological Sciences, Universiti Sains Malaysia.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman nelayan mengenai pentingnya penanganan ikan pascapanen yang baik guna menjaga mutu, keamanan, dan nilai ekonomi produk perikanan. Dalam penyampaian materinya, Dwi menekankan bahwa kualitas ikan sangat dipengaruhi oleh penanganan sejak proses penangkapan di atas kapal hingga distribusi dan pengolahan lebih lanjut.
Sebagai bagian dari kegiatan edukasi, Dwi juga menyusun dan membagikan buku saku praktis yang berisi panduan penanganan pascapanen ikan. Buku tersebut memuat berbagai informasi penting, mulai dari penerapan sanitasi dan higiene yang baik selama proses penangkapan di kapal, teknik penyimpanan menggunakan es, penanganan ikan yang higienis, hingga proses pengolahan hasil perikanan yang dapat meningkatkan nilai tambah produk.
Selain membahas produk utama (main product), kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan hasil samping (by-product) perikanan. Bagian-bagian ikan yang selama ini sering dianggap limbah, seperti tulang, kulit, kepala, maupun sisik, dapat diolah lebih lanjut menjadi produk pangan maupun nonpangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Konsep ini sejalan dengan prinsip zero waste dalam industri perikanan, yaitu pemanfaatan seluruh bagian komoditas perikanan secara optimal sehingga mampu mengurangi limbah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para nelayan di Teluk Kumbar dapat menerapkan praktik penanganan ikan yang lebih baik dan berkelanjutan, sekaligus mengembangkan diversifikasi produk perikanan bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir. Kolaborasi internasional ini juga menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta pengembangan sektor perikanan berkelanjutan di tingkat internasional.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pemberdayaan nelayan melalui pelatihan penanganan pascapanen ikan dan pengembangan produk perikanan bernilai tambah, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 1 (No Poverty) dengan membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui diversifikasi produk dan optimalisasi hasil tangkapan. Edukasi mengenai sanitasi, higiene, dan pengolahan hasil perikanan yang aman juga mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mendorong penyediaan produk perikanan yang bermutu, aman, dan layak konsumsi bagi masyarakat. Selain itu, pengenalan konsep zero waste melalui pemanfaatan hasil samping perikanan mencerminkan implementasi SDG 14 (Life Below Water) karena mendorong pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab, mengurangi limbah, serta mendukung keberlanjutan sektor perikanan. Di sisi lain, kolaborasi antara Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dengan School of Biological Sciences, Universiti Sains Malaysia menjadi implementasi nyata SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan transfer pengetahuan guna menciptakan dampak yang lebih luas bagi pengembangan masyarakat pesisir dan sektor perikanan berkelanjutan.
Penulis : Dwi Yuli Pujiastuti
Penyunting : TPA




