Surabaya – Komitmen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) dalam mendukung pelestarian lingkungan laut kembali diwujudkan melalui partisipasi aktif pada peringatan World Ocean Day 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh WWF Indonesia, Marine Buddies Surabaya, serta Aliansi Tunas Biru tersebut menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan laut melalui berbagai aksi konservasi yang dilakukan secara langsung di lapangan.
Sebagai mitra kegiatan sekaligus bagian dari jaringan komunitas yang terlibat dalam peringatan Hari Laut Sedunia, FPK UNAIR mengirimkan delapan delegasi mahasiswa yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA), serta Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (HIMATEKHIKAN). Kehadiran delegasi mahasiswa ini menjadi wujud nyata keterlibatan generasi muda dalam mendukung berbagai upaya pelestarian ekosistem pesisir dan laut.
World Ocean Day diperingati setiap tanggal 8 Juni sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya laut bagi kehidupan manusia. Laut tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan dan penghidupan bagi jutaan masyarakat dunia, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas iklim, menyimpan karbon, serta mendukung keanekaragaman hayati yang menjadi fondasi keberlanjutan kehidupan di bumi.
Pada peringatan World Ocean Day 2026, berbagai komunitas Marine Buddies di seluruh Indonesia melaksanakan kegiatan serentak yang didampingi oleh WWF Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan memperluas dampak kampanye konservasi sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan pantai, melestarikan ekosistem pesisir, serta meningkatkan kesadaran terhadap ancaman pencemaran laut.
FPK UNAIR turut berkontribusi melalui keterlibatan langsung dalam dua kegiatan utama, yakni aksi beach clean up dan mangrove planting. Kedua kegiatan tersebut dipilih karena dinilai memiliki dampak nyata terhadap kesehatan ekosistem laut sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan yang efektif bagi masyarakat.
Partisipasi mahasiswa FPK UNAIR dalam kegiatan ini juga menjadi implementasi pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan aksi nyata konservasi. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi ekosistem pesisir sekaligus melihat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
Selain melibatkan komunitas dan mahasiswa, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap isu kelautan dan perikanan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi lingkungan, komunitas, pemerintah, serta masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan dampak konservasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kegiatan World Ocean Day 2026 selaras dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) melalui berbagai upaya mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir, SDG 14 (Life Below Water) melalui perlindungan ekosistem laut dan pengurangan pencemaran, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi lingkungan, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui partisipasi aktif dalam World Ocean Day 2026, FPK UNAIR berharap semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia. Upaya konservasi tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat diawali dari kesadaran individu untuk menjaga lingkungan sekitar dan mengurangi aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem laut.
Baca kelanjutannya pada Part 2: Beach Clean Up di Pantai Kenjeran, Saat 130 Relawan Bersatu Mengangkat 584,72 Kilogram Sampah dari Pesisir Surabaya.
Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika
Penyunting : TPA




