Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

World Ocean Day 2026: Tanam 10.000 Mangrove di Segoro Tambak, FPK UNAIR Dukung Perlindungan Pesisir dan Blue Carbon

Bagikan

Sidoarjo – Peringatan World Ocean Day 2026 tidak hanya diwujudkan melalui aksi pembersihan pantai, tetapi juga melalui langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Laut Sedunia, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) turut berpartisipasi dalam aksi penanaman 10.000 bibit mangrove yang dilaksanakan di kawasan pesisir Segoro Tambak, Sedati, Sidoarjo, pada Sabtu (7/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh WWF Indonesia, Marine Buddies Surabaya, dan Aliansi Tunas Biru tersebut menjadi salah satu upaya kolektif untuk meningkatkan kesehatan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat fungsi kawasan mangrove sebagai benteng alami wilayah pantai. Penanaman mangrove juga menjadi bagian dari kampanye nasional yang dilakukan oleh komunitas Marine Buddies di berbagai daerah Indonesia dalam memperingati World Ocean Day 2026.

Sebagai mitra kegiatan, FPK UNAIR mengirimkan delegasi mahasiswa untuk turut serta dalam aksi konservasi tersebut. Kehadiran mahasiswa menjadi wujud nyata komitmen sivitas akademika dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan melalui kegiatan berbasis aksi lapangan.

Sebanyak 10.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Segoro Tambak yang selama beberapa dekade terakhir mengalami tekanan akibat perubahan penggunaan lahan pesisir. Alih fungsi kawasan mangrove menjadi area budidaya maupun aktivitas pembangunan lainnya menyebabkan berkurangnya luasan vegetasi mangrove yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Kegiatan penanaman mangrove diikuti oleh sekitar 80 peserta yang berasal dari berbagai institusi perguruan tinggi, komunitas lingkungan, masyarakat lokal, serta instansi pemerintah. Kolaborasi berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan pesisir membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

Mangrove memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kesehatan lingkungan pesisir. Selain berfungsi sebagai habitat berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan organisme lainnya, ekosistem mangrove juga menjadi kawasan pembesaran (nursery ground) yang penting bagi berbagai biota laut bernilai ekonomi. Keberadaan mangrove secara langsung mendukung produktivitas perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Tidak hanya itu, mangrove juga dikenal sebagai salah satu ekosistem penyerap karbon paling efektif di dunia. Kemampuannya dalam menyimpan karbon atau yang dikenal sebagai blue carbon menjadikan mangrove berperan penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim global. Oleh karena itu, rehabilitasi kawasan mangrove tidak hanya memberikan manfaat lokal bagi masyarakat pesisir, tetapi juga berkontribusi terhadap agenda keberlanjutan global.

Di kawasan Segoro Tambak sendiri, penanaman mangrove dilakukan sebagai salah satu solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat, khususnya abrasi pantai dan banjir rob. Akar mangrove yang kuat mampu menahan sedimen serta meredam energi gelombang sehingga membantu melindungi wilayah pesisir dari kerusakan akibat erosi. Dalam jangka panjang, keberadaan mangrove juga dapat meningkatkan stabilitas garis pantai dan memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

Selain kegiatan penanaman, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai fungsi ekologis mangrove, pentingnya konservasi pesisir, serta tantangan yang dihadapi ekosistem pantai di Indonesia. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran lingkungan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir.

Partisipasi FPK UNAIR dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan terhadap berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan kapasitas penyimpanan karbon alami, SDG 14 (Life Below Water) melalui perlindungan habitat pesisir dan keanekaragaman hayati laut, SDG 15 (Life on Land) melalui rehabilitasi ekosistem pesisir yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi multipihak dalam pelaksanaan kegiatan konservasi lingkungan.

Melalui aksi penanaman 10.000 mangrove ini, World Ocean Day 2026 tidak hanya menjadi momentum peringatan simbolis, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan. Bersama berbagai mitra dan masyarakat, FPK UNAIR berharap langkah-langkah konservasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kesehatan laut, memperkuat ketahanan pesisir, serta mewariskan ekosistem yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika

Penyunting : TPA

Baca juga rangkaian berita World Ocean Day 2026 lainnya:

  • Part 1: FPK UNAIR Bergabung dalam Gerakan Nasional Menjaga Kesehatan Laut Indonesia
  • Part 2: 130 Relawan Angkat 584,72 Kilogram Sampah dari Pesisir Kenjeran
Rated 5 out of 5