Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

WUACD Gandeng Empat Universitas Internasional Edukasi Masyarakat Bangladesh tentang Polusi Udara Dalam Ruangan

Bagikan

Bangladesh (10/5)— Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara dalam ruangan kembali digaungkan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional yang digelar oleh World University Association for Community Development (WUACD). Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas negara antara World University Association for Community Development, Universitas Airlangga, Daffodil International University, Federation University, dan Jahangirnagar University.

Program ini dilaksanakan selama dua hari di kawasan pedesaan sekitar Comilla District dengan mengusung tema Increase Awareness on Indoor Air Pollution. Kegiatan tersebut turut menggandeng lembaga swadaya masyarakat lokal, SHISUK, sebagai mitra pelaksana di lapangan.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari implementasi program pendanaan LPDP melalui skema DAPT EQITY yang diterima Universitas Airlangga pada tahun 2025. Melalui program ini, para akademisi dan praktisi turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai dampak polusi udara dalam ruangan terhadap kesehatan keluarga, khususnya perempuan dan anak-anak yang rentan terpapar asap hasil pembakaran bahan bakar rumah tangga.

Tim pengabdian melakukan kunjungan lapang dari rumah ke rumah untuk berdialog langsung dengan warga. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai sumber utama polusi udara dalam ruangan, seperti penggunaan kayu bakar, ventilasi yang buruk, serta paparan asap dari aktivitas memasak sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat polusi udara domestik.

Tidak hanya menyasar masyarakat umum, rangkaian kegiatan juga menyentuh kalangan akademisi melalui penyelenggaraan simposium internasional di kampus Daffodil International University. Simposium tersebut menjadi ruang diskusi bersama antara dosen, mahasiswa, peneliti, dan mitra komunitas mengenai tantangan kesehatan lingkungan di negara berkembang serta pentingnya kolaborasi global dalam penguatan pengabdian masyarakat berbasis riset.

Koordinator WUACD, Dr. Eng. Sapto Andriyono, menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, program kolaboratif internasional seperti ini menjadi langkah penting dalam memperluas dampak nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.

“Impact dari WUACD diharapkan semakin luas, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antaruniversitas dan mitra lokal dapat menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Dr. Sapto yang juga merupakan dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga terlihat aktif mendampingi pelaksanaan kegiatan bersama PIC program, Dr. Muhammad Saud. Keduanya menilai bahwa pendekatan langsung ke masyarakat menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran publik terhadap isu kesehatan berbasis lingkungan.

Melalui kegiatan ini, WUACD berharap sinergi internasional dalam bidang pengabdian masyarakat dapat terus berkembang dan menjadi model kolaborasi global yang berdampak luas. Selain memperkuat jejaring akademik antarnegara, program ini juga menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan sosial dan kesehatan masyarakat dunia

Penulis : Sapto Andriyono

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5