Surabaya – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan Yudisium Periode Juni 2026 sebagai momentum akademik yang menandai selesainya perjalanan studi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026) tersebut diikuti oleh 17 mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik dan dinyatakan lulus.
Yudisium dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, Kepala Bagian Tata Usaha, Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), serta para calon wisudawan. Selain menjadi agenda penetapan kelulusan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi sekaligus pembekalan moral bagi lulusan agar siap menghadapi tantangan dunia kerja, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Kelulusan Menjadi Awal Perjalanan Baru
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan II FPK UNAIR, Kustiawan Tri Pursetyo, S.Pi., M.Vet., Ph.D., yang menyampaikan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan titik awal memasuki dunia yang lebih luas dengan berbagai tantangan dan peluang.
Dalam sambutannya, ia mengajak para lulusan untuk terus menjaga semangat belajar serta tidak mudah menyerah apabila ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah pertama untuk memasuki dunia yang lebih luas. Tetaplah teguh, rajin, dan terus belajar karena kesungguhan adalah kunci untuk meraih kesuksesan,” ujar Kustiawan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kompetensi akademik yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di FPK UNAIR perlu terus dikembangkan melalui pengalaman profesional, riset, maupun pendidikan lanjutan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor perikanan dan kelautan Indonesia.
Menjaga Ikatan Alumni dan Almamater
Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Heru Pramono, S.Pi., M.Biotech., Ph.D., turut menyampaikan pesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga hubungan baik dengan almamater. Menurutnya, hubungan antara alumni dan fakultas tidak berhenti setelah proses kelulusan, melainkan terus berlanjut sebagai sebuah keluarga besar yang saling mendukung dalam pengembangan akademik maupun profesional.
“Jangan pernah melupakan fakultas dan para dosen yang telah menjadi bagian dari perjalanan kalian. Alumni dan fakultas memiliki hubungan yang akan terus terjalin sehingga diharapkan tercipta simbiosis yang saling memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa jejaring alumni memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan institusi, mulai dari kolaborasi riset, pengembangan karier lulusan, hingga berbagi pengalaman kepada mahasiswa yang masih menempuh pendidikan.
Melalui penyelenggaraan yudisium ini, FPK UNAIR tidak hanya merayakan capaian akademik para mahasiswa, tetapi juga memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang memiliki integritas, kompetensi, dan semangat pembelajaran sepanjang hayat. Bekal karakter, etos kerja, serta jejaring alumni diharapkan mampu menjadi modal penting bagi lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen FPK UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas dan pembentukan lulusan yang kompeten, SDG 14 (Life Below Water) melalui kontribusi lulusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring alumni yang diharapkan mampu membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan masyarakat.
Sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Airlangga, para lulusan diharapkan mampu membawa nilai-nilai akademik yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di FPK UNAIR ke tengah masyarakat serta menjadi agen perubahan yang memberikan dampak bagi masyarakat khususnya pada sektor perikanan dan kelautan.
Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika
Penyunting : TPA





