Career Festival merupakan salah satu program kerja unggulan dari Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan yang berada di bawah Kementerian
Hubungan Luar atau Hublu. Career Festival diselenggarakan selama dua hari di Ruang
Candradimuka, Gedung Kuliah Bersama Lantai 9, Kampus C UNAIR. Hari pertama
dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 September 2025, mulai pukul 12.15 hingga 15.30 WIB.
Sedangkan hari kedua dilaksanakan pada hari Minggu, 14 September 2025, pukul 08.00 hingga
13.30.
Career Festival tahun ini mengangkat tema Blue Growth for a Greener Tomorrow,
dengan judul Adolescent Resilience Strategies in Facing Career Anxiety in the Marine and
Fisheries Sector dengan tujuan Career Festival tahun ini mengangkat tema Blue Growth for a Greener Tomorrow, dengan judul Adolescent Resilience Strategies in Facing Career Anxiety in the Marine and
Fisheries Sector. Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi alumni FPK UNAIR yang mampu mengoptimalkan potensi diri serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Hari pertama Career Festival 2025 berisi acara talkshow yang diisi oleh tiga
narasumber, yaitu Mas Vito Reyner Adriananda, S.Pi., Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si.,
Psikolog, serta Agus Tri Wahyudi., S.H. Dari ketiga narasumber tersebut, masing-masing
membahas dan membawakan materi yang berbeda-beda. Mulai dari Sailing Forward: Kisah
Alumni Menjemput Peluang di Blue Ecomomy, Facing the Fog: Menghadapi Kecemasan
Karier dengan Perspektif Piskologi, dan terkhir adalah What Companies Really Want: Lulusan
Idaman Perusahaan.
Pemaparan materi pertama oleh Dr Dewi Retno Suminar M Si, Psikolog yang
mengulas topik tentang kecemasan karir. Bu Dewi menjelaskan bawhwa kecemasan yang
sering kali kita rasakan muncul karena rasa ketidaktahuan kita mengenai hal yang belum tentu
terjadi di masa depan. Kuncinya adalah mengenali diri sendiri terlebih dahulu, self awareness
yang ada pada diri kita harus kita gali dan kita cari tahu. Selanjutnya, Bu Dewi menegaskan
akan pentingnya memilii sikap stoic dan greet dalam menghadapi tekanan. Pribadi yang
memiliki stoic akan mampu megendalikan diri dan emosi sehingga akan tumbuh keteguhan
mental. “Agar tidak terbawa arus, jangan membandingkan diri kita dengan orang lain. Setiap
orang itu unik, dan jangan menghabiskan energi hanya untuk membandingkan diri sendiri
dengan orang lain,” tegasnya.
Dalam talkshow ini, Bapak Agus Tri Wahyudi, S.H. menyebutkan bahwa perusahaan
tetap mempertimbangkan nilai IPK dari seorang lulusan. Tidak seperti yang kebanyakan orang
katakan bahwa nilai IPK tidak sepenting itu, Bapak Yudi mengatakan bahwa sebuah
perusahaan senantiasa mencari seorang calon pegawai yang memiliki banyak pengalaman
organisasi, pengalaman pekerjaan yang selaras dengan bidangnya, serta tidak lupa dengan nilai
IPK yang memuaskan. Sehingga nilai IPK masih sangat penting untuk menjadi bahan
pertimbangan.
Mas Vito, seorang alumnus FPK UNAIR angkatan 2021, selaku Direktur PT. Rejeki
Bintang Samudra juga menambahkan bahwa harus mencari pengalaman dan banyak mencoba
hal baru mulai saat duduk di bangku perkuliahan. Beliau berkata jika banyak keuntungan yang
bisa didapatkan ketika menjadi seorang mahasiswa, tinggal mahasiswanya saja yang harus
pandai dalam memanfaatkan dan menggunakan keuntungan tersebut. Kegagalan juga bukanlah
akhir dari segalanya. Lebih lanjutnya, beliau berkata, “Saya harus terus mecoba. Menurut saya,
lebih baik energi saya habis untuk mencoba terus meskipun nanti bisa gagal, daripada energi
habis hanya untuk memikirkan sebuah rencana, tapi tidak segera saya laksanakan.”




