Fakultas Perikanan
dan Kelautan
Mengenal lebih dekat Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang perikanan dan kelautan.
Tentang Fakultas Perikanan dan Kelautan
Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) merupakan fakultas ke-13 yang didirikan di Universitas Airlangga. Fakultas yang berdiri pada 25 Juli 2008 ini memiliki 2 departemen dan 4 program studi, yang terdiri atas 2 program studi S1 dan 2 program studi S2.
FPK juga telah mendapatkan sertifikat standarisasi internasional, di antaranya ISO (International Organization for Standardization), IWA (International Workshop Agreement), dan Malcolm Baldrige.
Jejak Perjalanan FPK UNAIR
Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga lahir dengan penuh tantangan. Kondisi negara tak menentu, jumlah tenaga pengajar kurang, ruangan tak terurus, hingga status yang belum jelas menjadi bagian dari perjalanan awal fakultas.
Namun, semua tantangan tersebut mampu dilewati dengan semangat dan kerja keras. Periode bersejarah ini menjadi bagian penting dalam jejak langkah Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.
Selengkapnya →Dekan Fakultas
Prof. Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., MP.
Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga
Periode 2023–2030
Prakata Dekan →
Jelajahi FPK UNAIR
Visi dan Misi
Menuju Keunggulan Perikanan dan Kelautan
Menjadi Fakultas yang mandiri, inovatif yang diakui secara nasional dan internasional serta mempunyai keunggulan di bidang perikanan dan kelautan berdasarkan moral agama.
Komitmen FPK UNAIR
- Menyelenggarakan pendidikan akademik berbasis teknologi pembelajaran modern dengan menerapkan prinsip penjaminan mutu (Quality Assurance).
- Menyelenggarakan penelitian dasar, terapan dan penelitian yang inovatif untuk menunjang pengembangan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
- Mendharmabaktikan keahlian dalam bidang perikanan dan kelautan kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan.
Identitas FPK UNAIR
Logo Resmi Kedinasan
Lambang Universitas Airlangga adalah Garuda Mukti sedang membawa sebuah guci yang di bagian luarnya dilingkupi oleh lingkaran mata rantai emas.
Mengapa lambang Universitas Airlangga bukannya gambar sang Prabu Airlangga sendiri, melainkan Garuda Mukti yang justru merupakan tunggangan sang prabu?
Hal ini dikarenakan, pada awal kelahiran Universitas Airlangga, rektor pertama menemukan meterai atau segel Prabu Airlangga di Gedung Arca, Jakarta. Meterai kerajaan tersebut menggambarkan burung Garuda tunggangan Bathara Wisnu (Prabu Airlangga) yang membawa guci berisikan air amerta.
Konon, air tersebut bersifat abadi. Maka dari itu, yang dipakai sebagai lambang Universitas Airlangga adalah Garuda Mukti, sebagai sumber ilmu abadi.
Selengkapnya →Rencana Strategis Fakultas
Reaching to the Top Through Professional Fisheries
Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga akan terus dikembangkan berdasarkan perencanaan strategis dalam mendukung tercapainya “Reaching to the Top Through Professional Fisheries” yang selaras dengan strategi UNAIR sebagai SMART University.
Renstra FPK UNAIR menjadi landasan pengembangan fakultas dalam membangun institusi berstandar internasional serta menghasilkan lulusan yang profesional dan berjiwa entrepreneurship.
Selengkapnya →