Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Perkuat Kapasitas Pendamping Budidaya, Pelatihan Pasca Panen Rumput Laut Dorong Daya Saing Produk Sidoarjo

Bagikan

Kegiatan pelatihan penanganan pasca panen rumput laut yang diselenggarakan oleh WWF Indonesia di Desa Kalialo, Kabupaten Sidoarjo, tidak hanya menjadi ruang pembelajaran teknis, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas para pendamping budidaya rumput laut di wilayah tersebut. Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk rumput laut sekaligus memperkuat daya saing komoditas perikanan lokal di pasar yang lebih luas.

Sebagai salah satu daerah penghasil rumput laut jenis Gracilaria verrucosa, Sidoarjo memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya berbasis tambak. Komoditas ini menjadi sumber pendapatan penting bagi masyarakat pesisir, khususnya para petambak yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor budidaya perikanan. Namun demikian, kualitas produk yang dihasilkan tidak hanya ditentukan oleh praktik budidaya di tambak, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh proses penanganan pasca panen yang dilakukan setelah proses panen.

Tantangan Kualitas Produk Rumput Laut

Dalam praktiknya, sebagian besar rumput laut dari wilayah Sidoarjo masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku kering dengan standar penanganan pasca panen yang belum seragam. Kondisi ini seringkali menyebabkan kualitas produk yang dihasilkan tidak konsisten, terutama terkait dengan potensi kontaminasi dari lumpur, pasir, maupun kotoran lain yang terbawa selama proses panen dan pengeringan.

Ketidakkonsistenan kualitas tersebut dapat mempengaruhi nilai jual produk serta menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi standar industri maupun kebutuhan pasar ekspor yang menuntut kualitas bahan baku yang lebih tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pendampingan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan praktik pasca panen yang lebih baik dapat diterapkan secara konsisten di tingkat petambak.

Dalam konteks ini, WWF Indonesia bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, para penyuluh perikanan, serta Koperasi Agar Makmur Sentosa (AMS) memiliki peran strategis dalam mendampingi petambak untuk meningkatkan kualitas rumput laut yang dihasilkan.

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis para peserta terkait praktik penanganan pasca panen rumput laut yang baik. Secara khusus, kegiatan ini berfokus pada penerapan proses pembersihan, pengeringan, penyimpanan, serta penanganan yang tepat untuk mengurangi potensi kontaminasi pada produk rumput laut.

Melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan para pendamping budidaya dan anggota koperasi dapat mengimplementasikan praktik yang lebih baik di tingkat petambak, sehingga kualitas produk rumput laut dari Sidoarjo dapat meningkat secara signifikan. Peningkatan kualitas ini pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi komoditas rumput laut serta membuka peluang akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan praktis bagi para peserta terkait standar mutu produk perikanan. Dengan penerapan teknik pasca panen yang tepat, rumput laut yang dihasilkan tidak hanya memiliki kualitas yang lebih baik, tetapi juga lebih aman dan bernilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat pesisir.

Testimoni Peserta

Salah satu peserta kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya penanganan pasca panen yang tepat untuk menjaga kualitas rumput laut.

Perwakilan dari FPK UNAIR, Eka Saputra, S.Pi., M.Si., juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas produk perikanan nasional.

“Kegiatan seperti ini menjadi contoh sinergi yang baik antara lembaga konservasi, pemerintah, koperasi, dan perguruan tinggi. Harapannya, praktik penanganan pasca panen yang lebih baik dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi rumput laut dari Sidoarjo,” jelasnya.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara akademisi, lembaga konservasi, pemerintah daerah, serta komunitas pembudidaya, pengembangan sektor rumput laut di Sidoarjo diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang lebih inklusif serta berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Rated 5 out of 5