Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui kegiatan Employer Meeting bertajuk “Bersama Membangun Kolaborasi Strategis yang Berkelanjutan dan Berdampak” yang diselenggarakan pada Minggu, 5 April 2026 di Hotel Morazen, Surabaya. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebutuhan dunia industri dengan pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, alumni, dan stakeholder.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB dengan rangkaian acara yang sistematis. Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga, serta sambutan dari Dekan FPK UNAIR, Prof. Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., M.P. yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan kemitraan.
Sebanyak 32 peserta yang berasal dari berbagai sektor, seperti industri, pemerintahan, perbankan, dan pendidikan, turut hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran para stakeholder tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Hal ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 17 (Partnerships for the Goals), yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Penguatan Peran Alumni dan Employer Reputation
Materi pertama disampaikan oleh Lastiko Endi Rahmantyo, M.Hum. yang mengangkat topik employer reputation serta peran strategis alumni dalam mendukung reputasi institusi. Ia menjelaskan bahwa alumni merupakan indikator utama keberhasilan pendidikan, sekaligus jembatan antara dunia akademik dan industri.
Melalui Program Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Alumni (PKKA), FPK UNAIR secara aktif melakukan penyaluran kerja, pelacakan lulusan melalui tracer study, serta publikasi alumni yang berdampak. Program ini juga mencakup berbagai kegiatan seperti job fair, campus hiring, dan talent scouting guna meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.
Lebih lanjut, Lastiko menjelaskan bahwa dalam penilaian QS World University Ranking, indikator seperti Employer Reputation (ER) dan Employment Outcomes (EO) menjadi aspek penting dalam menilai kualitas lulusan. Oleh karena itu, penguatan sinergi antara fakultas, alumni, dan industri menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Pengembangan Akademik dan Kontribusi Keilmuan
Sesi berikutnya diisi oleh Annur Ahadi Abdillah, S.Pi., M.Si., Ph.D. yang memaparkan profil fakultas, visi dan misi, serta arah pengembangan akademik FPK UNAIR. Ia menyampaikan bahwa FPK UNAIR berhasil meraih peringkat 351–400 dunia dan peringkat 6 nasional dalam QS World University Ranking by Subject 2026 pada bidang Agriculture dan Forestry, dengan nilai Citations per Paper tertinggi mencapai 67,7.
Dalam pemaparannya, Annur juga menyoroti fokus pengembangan keilmuan di bidang akuakultur dan Teknologi Hasil Perikanan (THP). Pada bidang akuakultur, pengembangan difokuskan pada kesehatan ikan, termasuk kajian penyakit akibat parasit dan bakteri. Sementara itu, pada bidang THP, pengembangan diarahkan pada kajian nutraceutical dan bio-compounds yang memiliki potensi besar dalam industri pangan dan kesehatan.
Fokus keilmuan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan industri, tetapi juga berkontribusi pada SDGs poin 14 (Life Below Water) melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan berbasis riset dan inovasi. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.
Masukan Stakeholder: Penguatan Mental dan Kesiapan Kerja
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif melalui pengisian form kepuasan serta penyampaian masukan dari stakeholder. Salah satu peserta, Bapak Herdiyanto dari CV Prima, menyampaikan bahwa secara umum lulusan FPK UNAIR telah memiliki soft skills yang baik, bahkan mendominasi posisi manajerial di perusahaannya.
Bapak Herdiyanto mengungkapkan bahwa sekitar 70–75% posisi manajerial di perusahaannya diisi oleh alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan FPK UNAIR memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim yang baik.
Namun demikian, Bapak Herdiyanto juga menekankan pentingnya penguatan mental mahasiswa sebagai bekal utama dalam menghadapi dunia kerja yang dinamis. Menurut beliau, kesiapan untuk bekerja di berbagai wilayah, termasuk di luar pulau maupun luar negeri, masih perlu ditingkatkan melalui pembekalan yang lebih sistematis.
Kolaborasi Berkelanjutan sebagai Kunci
Secara keseluruhan, kegiatan Employer Meeting ini memberikan manfaat strategis dalam memperkuat kerja sama antara fakultas dan stakeholder, memperoleh umpan balik terkait kualitas lulusan, serta menyelaraskan pengembangan kurikulum dengan kebutuhan industri.
Kegiatan ini secara nyata mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 14 (Life Below Water) dan poin 17 (Partnerships for the Goals), melalui penguatan keilmuan perikanan serta kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai stakeholder.
Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR menegaskan komitmennya dalam menciptakan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Sinergi antara fakultas, alumni, dan stakeholder menjadi kunci utama dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penulis : AAZ
Editor : TPA



