SURABAYA – Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui kegiatan kuliah tamu yang diselenggarakan pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri, Siti Fatimah Febrina, S.T., selaku Executive Director Sambal Dede Satoe (DD1), dalam mata kuliah Pemasaran dan Tata Niaga Hasil Perikanan. Kuliah tamu ini menjadi ruang pembelajaran yang relevan dan kontekstual bagi mahasiswa dalam memahami dinamika dunia pemasaran produk perikanan di Indonesia yang terus berkembang.
Kolaborasi Akademik dan Industri dalam Pembelajaran
Kegiatan kuliah tamu ini dilaksanakan di lingkungan FPK UNAIR dengan melibatkan mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pemasaran dan Tata Niaga Hasil Perikanan. Kehadiran narasumber dari dunia industri memberikan perspektif baru yang tidak hanya teoritis, tetapi juga berbasis pengalaman langsung di lapangan. Dalam pemaparannya, Siti Fatimah Febrina menjelaskan bahwa sektor perikanan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, khususnya dalam aspek hilirisasi produk dan strategi pemasaran yang tepat sasaran.
Mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana produk hasil perikanan tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga harus memiliki nilai tambah melalui inovasi, branding, dan strategi distribusi yang efektif. Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya memahami perilaku konsumen, tren pasar, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran modern yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Strategi Pemasaran dan Peluang Produk Perikanan
Dalam sesi kuliah tamu yang berlangsung interaktif, dibahas berbagai strategi pemasaran yang dapat diterapkan dalam pengembangan produk hasil perikanan. Mulai dari pengemasan produk yang menarik, storytelling dalam branding, hingga pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan visibilitas produk. Narasumber juga membagikan pengalaman praktis dalam membangun dan mengembangkan brand Sambal Dede Satoe (DD1) sebagai salah satu contoh keberhasilan pengolahan produk berbasis perikanan yang mampu bersaing di pasar.
Mahasiswa diberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi pelaku usaha di sektor ini, termasuk bagaimana menjaga kualitas produk, membangun kepercayaan konsumen, serta menciptakan inovasi yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri di bidang perikanan.
Kontribusi terhadap Pengembangan Kompetensi Mahasiswa dan SDGs
Kegiatan kuliah tamu ini memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai integrasi antara ilmu akademik dan praktik industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melihat peluang di sektor perikanan.
Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan berkualitas berbasis praktik, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan wawasan kewirausahaan dan peluang kerja, serta SDG 14 (Life Below Water) melalui dorongan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan industri, sekaligus mempersiapkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan di tingkat nasional maupun global.
Penulis : FBM
Penyunting ; TPA



