Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

BEM FPK Universitas Airlangga Gelar Talkshow Literasi Politik, Dorong Mahasiswa Sains Lebih Kritis terhadap Isu Kebijakan Publik

Bagikan

Sabtu 25 April 2026, Surabaya — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (BEM FPK) Universitas Airlangga kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas intelektual mahasiswa melalui penyelenggaraan kegiatan “Bro&Sis” bertema literasi politik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa BEM FPK, Menteri Sospol BEM UNAIR, seluruh menteri KASTRAT se-UNAIR, dan menghadirkan dua narasumber dari latar belakang keilmuan yang berbeda, yaitu seorang dosen hukum Dinar Karunia S.H., M.H., serta mahasiswa penelitian dari jurusan Ilmu Politik Mochammad Satria Abdi Hasani.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Presiden BEM FPK Dimas Ananda Prasetyo, dan panitia penyelenggara yang menekankan pentingnya membangun kesadaran politik di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa sains di bidang perikanan dan kelautan. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan tidak hanya dituntut unggul dalam aspek akademik, tetapi juga harus mampu memahami dinamika sosial-politik yang mempengaruhi sektor keilmuan mereka.

Sesi pemaparan materi dibawahi oleh Dinar Karunia S.H., M.H., dosen hukum sebagai pemateri utama menyampaikan materi bertajuk “Krisis Kepekaan Politik : Apatis atau Kehilangan Arah?”. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kebijakan publik di bidang perikanan dan kelautan tidak dapat dilepaskan dari proses politik, mulai dari perumusan regulasi, pengelolaan sumber daya, hingga implementasi kebijakan di lapangan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang memadai terkait sistem politik, proses legislasi, serta peran aktor-aktor dalam pengambilan keputusan.

Lebih lanjut, narasumber menegaskan bahwa rendahnya literasi politik di kalangan mahasiswa sains dapat berdampak pada minimnya partisipasi dalam isu-isu strategis, termasuk dalam pengawasan kebijakan pemerintah. Mahasiswa perikanan, misalnya, memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam isu keberlanjutan sumber daya laut, namun tanpa pemahaman politik yang baik, kontribusi tersebut menjadi kurang optimal.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Mochammad Satria Abdi Hasani, mahasiswa dari jurusan Ilmu Politik. Pada sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil guna mendorong partisipasi aktif. Setiap kelompok diminta untuk mengidentifikasi dan menyampaikan satu persoalan politik yang relevan dengan kondisi saat ini, baik dalam skala nasional maupun sektor perikanan dan kelautan.

Berbagai isu yang diangkat oleh peserta antara lain mencakup transparansi kebijakan publik, peran generasi muda dalam politik, dinamika demokrasi, serta tantangan dalam implementasi kebijakan di sektor perikanan. Setiap persoalan yang disampaikan kemudian dianalisis dan dijawab secara komprehensif oleh narasumber mahasiswa Ilmu Politik dengan pendekatan akademik yang kritis dan kontekstual.

Diskusi berlangsung secara dinamis, ditandai dengan tingginya antusiasme peserta dalam mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta memberikan tanggapan terhadap jawaban yang diberikan. Suasana dialog yang terbuka dan partisipatif turut memperkaya pemahaman peserta terhadap berbagai isu politik yang berkembang.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah transfer pengetahuan, tetapi juga ruang refleksi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran kritis terhadap peran mereka sebagai bagian dari masyarakat akademik. Melalui acara ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga mampu mengintegrasikan perspektif politik dalam keilmuan yang mereka tekuni, sehingga dapat berkontribusi secara lebih luas dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber, kemudian sesi dokumentasi bersama antara peserta, panitia, dan narasumber. Secara keseluruhan, acara Bro&Sis ini dinilai berhasil mencapai tujuan yang diharapkan, yakni meningkatkan literasi politik mahasiswa serta mendorong terciptanya generasi akademisi yang kritis, adaptif, dan berdaya saing.

Ke depan, BEM FPK Universitas Airlangga berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan edukatif serupa guna mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Dengan demikian, melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam proses politik, melainkan turut mengambil peran sebagai subjek aktif yang mampu berpikir kritis, bersuara, dan kontribusi nyata.

 

Penulis : Mohammad Fahri Zulmi

Editor : TPA

Rated 5 out of 5