Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Dampingi Petambak Udang melalui Program Sekolah Pesisir Lapang Berbasis Mangrove

Bagikan

Sidoarjo – Sekolah Pesisir Lapang (SPL) menjadi salah satu bentuk komitmen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga dalam mendampingi masyarakat pesisir melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Mengusung tajuk Pendampingan Monitoring Perbaikan Kualitas Air di Tambak Udang Terintegrasi Mangrove, program ini dilaksanakan di kawasan Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, sebagai upaya meningkatkan kapasitas petambak dalam menerapkan budidaya udang windu tradisional yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Program berlangsung mulai Januari hingga November 2026 dengan siklus pertama dilaksanakan pada Januari hingga Juni 2026. Selama periode tersebut, peserta mengikuti 14 kali pertemuan yang memadukan pembelajaran di kelas, praktik lapangan, monitoring kualitas lingkungan, serta Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini melibatkan Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Segoro Tambak sebagai mitra utama dalam penerapan budidaya udang berbasis ekosistem mangrove.

Pendampingan Tingkatkan Kapasitas Petambak

Melalui program ini, tim pengabdian FPK UNAIR memberikan pendampingan mengenai pentingnya ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan tambak. Materi yang diberikan meliputi teknik perbaikan konstruksi tambak, pengelolaan kualitas air dan tanah, hingga pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk organik yang dapat mendukung produktivitas budidaya.

Tidak hanya berlangsung di dalam kelas, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan praktik lapangan, seperti analisis kualitas air, pengujian kualitas tanah, evaluasi kondisi konstruksi tambak, serta monitoring komunitas mangrove secara berkala. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada petambak untuk memahami secara langsung kondisi lingkungan budidaya sekaligus menerapkan materi yang telah dipelajari.

Kegiatan monitoring kualitas air dan lingkungan tambak juga dilakukan secara rutin selama tiga bulan untuk mengevaluasi kondisi ekosistem budidaya. Hasil monitoring menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi pengelolaan tambak yang lebih efektif dan ramah lingkungan sehingga mampu mendukung keberlanjutan usaha budidaya udang windu tradisional.

Kolaborasi Perkuat Pengelolaan Tambak Berkelanjutan

Pelaksanaan Sekolah Pesisir Lapang dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, di antaranya Yayasan Blue Forest Indonesia, PT ATINA, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pengairan Kabupaten Sidoarjo, Dinas Pekerjaan Umum Kota Surabaya, serta UPT BAPL Bangil. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan budidaya udang tradisional yang mengedepankan pendekatan ilmiah, edukatif, dan partisipatif.

Melalui kolaborasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik budidaya, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan ekosistem mangrove sebagai penyangga lingkungan tambak. Pendampingan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petambak dalam mengelola kualitas air, memperbaiki konstruksi tambak, serta memanfaatkan sumber daya lokal secara lebih optimal.

Hasil pelaksanaan siklus pertama menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petambak mengenai fungsi mangrove dalam menjaga kualitas lingkungan tambak. Selain itu, peserta juga mengalami peningkatan pengetahuan dalam pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk organik, serta peningkatan keterampilan dalam melakukan persiapan lahan dan perbaikan konstruksi tambak sebelum proses budidaya dimulai.

Komitmen FPK UNAIR bagi Masyarakat Pesisir

Program Sekolah Pesisir Lapang akan terus dilanjutkan melalui kegiatan monitoring berkala serta pengembangan kolaborasi penelitian dan pengabdian bersama berbagai mitra. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem budidaya udang tradisional yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan, produktif, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif. Program Sekolah Pesisir Lapang juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas dan transfer pengetahuan kepada masyarakat, SDG 14 (Life Below Water) melalui penerapan budidaya yang memperhatikan kelestarian ekosistem pesisir dan mangrove, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.

Penulis : Farrel Bhanu Mahardhika

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5