Surabaya – Training of Kastrat kembali diselenggarakan oleh Kementerian Kajian dan Aksi Strategis (KASTRAT) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga pada Jumat (19/6/2026). Memasuki rangkaian kedua, kegiatan ini mengangkat tema Pemerintahan dan Negara sebagai upaya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis isu-isu strategis nasional melalui forum debat yang kritis dan berbasis kajian.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Training of Kastrat sebelumnya yang berfokus pada analisis keorganisasian. Melalui tema yang diusung, peserta diajak memahami dinamika kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta posisi Indonesia dalam berbagai isu global yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Mendorong Mahasiswa Lebih Kritis terhadap Isu Kebangsaan
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga. Selanjutnya, Presiden BEM FPK UNAIR, Menteri KASTRAT, dan person in charge (PIC) kegiatan menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, panitia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agent of change dan social control yang mampu memahami berbagai persoalan bangsa secara objektif, kritis, dan bertanggung jawab.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa Training of Kastrat dirancang sebagai ruang belajar yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengikuti perkembangan isu nasional, tetapi juga mampu mengkajinya secara komprehensif.
“Melalui forum ini, kami ingin membangun budaya diskusi yang sehat, berbasis data, dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang. Mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan argumentasi secara kritis sekaligus menghargai perbedaan pendapat,” ujarnya.
Mengupas Kebijakan Publik melalui Forum Debat
Pada sesi utama, peserta dibagi ke dalam dua kelompok, yakni tim pro dan tim kontra, untuk memperdebatkan empat mosi yang berkaitan dengan isu pemerintahan, kebijakan publik, diplomasi Indonesia, serta kondisi ekonomi nasional. Setiap tim dituntut menyampaikan argumentasi yang didukung oleh data, fakta, dan hasil kajian sebagai dasar dalam mempertahankan pendapatnya.
Berbagai mosi yang dibahas mendorong peserta untuk mengkaji beragam perspektif mengenai efektivitas kebijakan pemerintah, tantangan implementasi program nasional, peran Indonesia dalam diplomasi internasional, hingga faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri. Diskusi berlangsung dinamis dengan argumentasi yang saling menanggapi secara konstruktif sehingga menciptakan ruang dialog yang aktif dan edukatif.
Selain menguji kemampuan berpikir kritis, forum debat ini juga melatih peserta dalam menyusun argumentasi secara sistematis, menyampaikan pendapat secara persuasif, serta merespons pandangan yang berbeda dengan pendekatan yang objektif.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa forum debat seperti ini memberikan pengalaman baru dalam memahami isu-isu nasional dari berbagai sudut pandang.
“Kegiatan ini membuat kami belajar melihat suatu kebijakan secara lebih komprehensif. Tidak hanya memahami informasi yang beredar, tetapi juga mengkaji data, mempertimbangkan berbagai perspektif, dan menyampaikan pendapat dengan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Menumbuhkan Budaya Diskusi Berbasis Kajian
Melalui penyelenggaraan Training of Kastrat, Kementerian KASTRAT BEM FPK UNAIR berharap mahasiswa semakin terbiasa membangun budaya diskusi yang kritis, konstruktif, dan berbasis kajian ilmiah. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas intelektual sekaligus memperkuat kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tingkat nasional maupun global.
Sejalan dengan tujuan tersebut, Training of Kastrat turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kemampuan berpikir kritis dan literasi kebijakan publik, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan mendorong partisipasi mahasiswa dalam membangun budaya dialog, tata kelola yang baik, dan kesadaran terhadap pentingnya institusi yang inklusif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dalam menyukseskan rangkaian kedua Training of Kastrat.
Penulis : Mohammad Fahri Zulmi
Penyunting : FBM




