Ekowisata mangrove wonorejo merupakah salah satu tempat wisata yang memiliki potensi di kota Surabaya. Berbagai macam kegiatan seperti jogging track, menggunakan perahu untuk pergi ke pesisir pantai, spot selfie, dan gazebo dapat dilakukan di kawasan tersebut. Tempat yang sejuk, nyaman, dan harga terjangkau menjadi motivasi bagi wisatawan untuk berkunjung ke ekowisata mangrove wonorejo. Hutan mangrove di kawasan ini juga dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan, lingkungan hidup, riset, dan wisata. Ekowisata mangrove wonorejo diresmikan oleh Pemerintah Kota Surabaya yang mengutamakan aspek konservasi alam dan eduaktif guna membantu penyelamatan Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia. Menurut Peraturan Daerah No. 12 tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya, menetapkan kawasan pantai berhutan mangrove dengan fungsi utama sebagai kawasan lindung yang terintegrasi dengan kegiatan ekowisata.
Terdapat permasalahan pada ekowisata ini yaitu kurang dikenal oleh masyarakat luas sebagaimana wisata yang lain di Surabaya. Selama ini mangrove wonorejo hanya melakukan kegiatan promosi berupa banner dan hanya terpasang di sekitar tempat wisata saja. Selain itu, website yang dibuat oleh pengelola ekowisata tersebut belum banyak dikunjungi oleh visitor yang bisa dikarenakan terbatasnya informasi website. Sehingga, kawasan ekowisata mangrove wonorejo kurang dikenal oleh masyarakat luas. Pentingnya pengetahuan tentang mangrove diharapkan dapat tersalurkan ke masyarakat luas lewat tempat wisata ini. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan yaitu promosi dengan membuat media promosi yang didalamnya terdapat informasi melalui strategi pemasaran berbasis konten dan penggunaan media sosial.
Berdasarkan hal tersebut, lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair (Muhammad Rega Pratama, Sriono Alias Karno, Laela Nur Fitriani, Valentino Hasahatan Pasaribu, Akbar Jati Isro’) melakukan proyek bersama untuk membuat konten digital dalam upaya mempromosikan wisata mangrove Wonorejo. Di bawah bimbingan Ibu Ayu Lana Nafisyah pada 14 Maret 2023 dilakukan pembuatan konten digital berisi video cuplikan beberapa lokasi di Ekowisata Mangrove Wonorejo.



