Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

TINGKATKAN ACADEMIC REPUTATION, UNAIR SELENGGARAKAN SOSIALISASI PROSES REGISTRASI DAN SERTIFIKASI DOSEN

Bagikan

Berita FPK. Universitas Airlangga tahun 2019 ini berhasil meraih peringkat 651 dunia versi QS World Ranking. Namun pencapaian tersebut, tidak langsung membuat Universitas Airlangga puas. Berbagai aspek masih terus ditingkatkan, termasuk sumberdaya manusia yang dimiliki (dosen). Hal ini dikarenakan dosen merupakan salah satu penggerak utama dalam metrik penilaian academic reputation melalui tridharma perguruan tinggi (pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat). Dalam mendukung usaha tersebut, Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi proses registrasi dan sertifikasi dosen” pada hari Kamis kemarin (15/8/2019). Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bagian SDM dan Keuangan serta dosen-dose dari seluruh fakultas di Universitas Airlangga. Fakultas Perikanan dan Kelautan mengirim 5 wakilnya, Pak Zacky, Pak Browijoyo, Pak Veryl, Bu Dwitha dan Bu Yuli.

Acara yang dilaksanakan di Ruang Kahuripan 301 Lantai 3 Kantor Manajemen Universitas Airlangga ini dibuka oleh Wakil Rektor 1 Universitas Airlangga, Djoko Santoso (Prof. dr., Ph.D., K-GH., FINASIM). Beliau menyampaikan acara ini bertujuan untuk mewujudkan Universitas Airlangga HEBAT(Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent). Hal ini dikarenakan ke-5 sifat tersebut diperlukan untuk mencapai World Class University. Acara ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama diisi oleh  Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng. dari Kepala Subdirektorat Kompetensi Sumber Daya Manusia.

Beliau menyampaikan fakta yang menakjubkan bahwa 40% dari seluruh dosen di Indonesia belum memiliki jabatan fungsional. Padahal untuk menjadi seorang guru besar (professor), jabatan fungsional harus selalu diurus. Guru besar merupakan salah satu aspek penilaian untuk academic reputation di sebuah universitas, termasuk Universitas Airlangga. Dalam materinya, Pak Hendro menyampaikan tips-tips dalam pengurusan jabatan fungsional dan persyaratan yang harus dipenuhi. Selain materi tersebut, beliau juga menyampaikan program baru yang dicanangkan oleh Kemenristekdikti yaitu Dosen Merenung. Program ini diharapkan ketika dosen melaksanakan kegiatan “perenungan”, tidak hanya membawa suka tapi juga program baru yang bermanfaat untuk dunia perguruan tinggi.

Materi kedua disampaikan oleh Wakil Dekan 2 Farmasi, Dwi Setyawan (Dr., S.Si., M.Si., Apt.). Beliau menyampaikan bahwa di UNAIR ada Panitia Sertifikasi Dosen yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah dosen bersertifikasi. Panitia tersebut bertugas dalam mendampingi dosen, membantu persiapan portofolio, menilai sertifikasi hingga membantu pembuatan deskripsi diri. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi dosen dan Universitas Airlangga dapat meraih 500 dunia.

Penulis
Muhammad Browijoyo Santanumurti, S.Pi., M.Sc.
Departemen MKI-BP
Email: m.browijoyo.s@fpk.unair.ac.id

 

Rated 5 out of 5