Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Nalendra Workflow BEM FPK UNAIR Perkuat SOP Kabinet

Bagikan

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola organisasi yang profesional melalui kegiatan Nalendra Workflow. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 18 Februari 2026 pukul 17.00–19.00 WIB dan diikuti oleh seluruh jajaran kabinet BEM FPK UNAIR sebagai bentuk sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) internal. Melalui forum ini, setiap aparatur kabinet diharapkan memiliki pemahaman yang seragam terhadap sistem kerja yang terstruktur, terukur, dan transparan.

Penguatan Sistem Kerja Internal Kabinet

Nalendra Workflow dilaksanakan di lingkungan FPK UNAIR dengan rangkaian acara yang sistematis. Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Universitas Airlangga, serta sambutan dari Presiden BEM FPK UNAIR. Dalam sambutannya, Presiden BEM menegaskan bahwa penyamaan persepsi mengenai SOP menjadi fondasi penting dalam menjaga profesionalisme dan efektivitas kinerja kabinet.

Sebelum memasuki sesi inti, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal terkait SOP kabinet. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pendekatan berbasis evaluasi yang objektif. Sesi utama kemudian diisi dengan pemaparan SOP dari masing-masing lini strategis, yaitu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Kabinet (PAK) yang disampaikan oleh Hasbi Rais Adillah selaku Menteri PAK, Sekretaris Kabinet (Seskab) yang disampaikan oleh Reyfan Dwi Ananta selaku menteri Seskab, Bendahara Kabinet (Benkab) yang disampaikan oleh Bilqis Desty Wiyanty selaku Menteri Benkab, Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang disampaikan oleh Izzudin Abdussalam selaku menteri Kominfo, serta Hubungan Luar (Hublu) yang disampaikan oleh Muhammad Yunus Romadhon selaku Menteri Hublu. Setiap pemateri menjelaskan alur kerja, mekanisme koordinasi, standar administrasi, hingga pola komunikasi lintas kementerian.

Evaluasi dan Peningkatan Kualitas Organisasi

Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan ditutup dengan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian materi. Selain itu, survei kepuasan program juga dibagikan untuk memperoleh umpan balik terhadap efektivitas pelaksanaan kegiatan. Rangkaian acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen kolektif dalam menjalankan SOP yang telah disepakati.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran kabinet BEM FPK UNAIR dengan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Tujuan utama Nalendra Workflow adalah menyeragamkan pemahaman terhadap sistem kerja internal, memperjelas pembagian tugas, serta meningkatkan koordinasi antarbidang. Dengan adanya acuan kerja yang jelas, diharapkan kinerja organisasi menjadi lebih efektif dan akuntabel.

Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh pengurus BEM, tetapi juga berdampak pada tata kelola organisasi kemahasiswaan di FPK UNAIR secara keseluruhan. Sistem kerja yang profesional dan transparan mendukung prinsip SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), khususnya dalam membangun institusi yang efektif dan akuntabel. Selain itu, budaya kerja kolaboratif yang diperkuat melalui kegiatan ini sejalan dengan SDG 17 (Partnerships for the Goals), karena mendorong sinergi internal yang solid.

Melalui Nalendra Workflow, BEM FPK UNAIR menegaskan bahwa profesionalisme bukan hanya nilai administratif, melainkan budaya organisasi yang harus dibangun secara kolektif. Dengan sistem kerja yang jelas, terstruktur, dan terukur, kabinet BEM FPK UNAIR optimistis dapat menjalankan program-program strategis secara lebih efektif demi kemajuan mahasiswa dan fakultas.

Penulis : FBM

Rated 5 out of 5