Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

LKMM-TD 2026 Bekali Mahasiswa FPK UNAIR dengan Teknik Penyusunan Usulan Kegiatan yang Efektif

Bagikan

Surabaya – Peserta Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) 2026 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga mendapatkan pembekalan mengenai teknik penyusunan usulan kegiatan pada Minggu (7/6/2026). Materi yang disampaikan oleh Dita Wisudyawati, S.Pi., M.Sc. ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merancang program kerja yang sistematis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Materi Teknik Penyusunan Usulan Kegiatan menjadi salah satu sesi penting dalam rangkaian LKMM-TD karena proposal merupakan dasar dari pelaksanaan berbagai kegiatan kemahasiswaan. Melalui materi ini, peserta diajak memahami bahwa sebuah kegiatan yang baik harus diawali dengan perencanaan yang matang agar tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

Dalam pemaparannya, Dita menjelaskan bahwa penyusunan usulan kegiatan tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi kebutuhan, menyusun strategi pelaksanaan, serta mengelola sumber daya yang tersedia. Proposal yang baik harus mampu menggambarkan latar belakang kegiatan, tujuan, sasaran, mekanisme pelaksanaan, hingga indikator keberhasilan secara jelas dan terstruktur.

Sebuah proposal kegiatan bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan peta jalan yang menggambarkan bagaimana sebuah gagasan dapat diwujudkan secara terencana, sistematis, dan terukur,” jelas Dita kepada peserta.

Lebih lanjut, peserta diperkenalkan pada tahapan penyusunan usulan kegiatan yang diawali dengan analisis kondisi lingkungan dan identifikasi permasalahan. Dari hasil analisis tersebut, mahasiswa kemudian dapat merumuskan ide kegiatan yang relevan sebelum dituangkan dalam bentuk proposal yang lengkap dan mudah dipahami oleh berbagai pihak.

Selain menjelaskan aspek teknis penulisan proposal, pemateri juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang jelas, sistematis, dan komunikatif. Menurutnya, proposal yang disusun dengan baik akan mempermudah proses koordinasi, pengambilan keputusan, hingga evaluasi kegiatan setelah program dilaksanakan.

Untuk memperdalam pemahaman peserta, sesi materi juga disertai dengan diskusi interaktif mengenai berbagai contoh proposal kegiatan mahasiswa. Melalui pendekatan tersebut, peserta dapat memahami kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dalam penyusunan proposal sekaligus mempelajari cara menyusun usulan kegiatan yang lebih efektif.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi berlangsung. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait penyusunan program kerja organisasi, terutama mengenai cara merancang kegiatan yang memiliki dampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya minat peserta untuk mengembangkan kemampuan manajerial sebagai bekal dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan.

Penyampaian materi ini sejalan dengan upaya FPK UNAIR dalam mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa di bidang kepemimpinan dan manajemen organisasi. Selain itu, kemampuan menyusun usulan kegiatan yang terstruktur juga mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penerapan tata kelola organisasi yang lebih efektif dan akuntabel serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui perencanaan program kolaboratif yang berdampak positif bagi berbagai pemangku kepentingan.

Melalui materi Teknik Penyusunan Usulan Kegiatan, peserta LKMM-TD 2026 diharapkan mampu mengembangkan kemampuan perencanaan yang baik sehingga dapat menghasilkan program-program organisasi yang inovatif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Penulis: Farrel Bhanu Mahardhika
Penyunting: TPA

Rated 5 out of 5