
Warna air budidaya baik ikan atau udang adalah hal pertama yang terlihat apabila kita berada pada area tambak. Pada tambak budidaya banyak dijumpai warna air yang berbeda-beda antara area satu dengan yang lainnya atau kolam satu dengan yang lainnya. Warna air tambak ditentukan oleh banyaknya plankton yang ada pada tambak. Plankton diketahui sebagai makanan tambahan bagi udang, dan tentu keberadaannya di tambak sangat bermanfaat dan diharapkan. Pada dasarnya terdapat beberapa macam warna air tambak budidaya, antara lain :
Warna Air Tambak Hijau Tua
Penyebab air tambak berwarna hijau tua adalah plankton hijau jenis Chlorophyta. Plankton Chlorophyta stabil terhadap perubahan lingkungan dan cuaca karena mempunyai waktu mortalitas yang relatif panjang. Patut diwaspadai oleh pembudidaya terjadinya booming plankton Chlorophyta, karena tingkat pertumbuhan dan perkembangan plankton ini relatif cepat.
Warna Air Tambak Kecoklatan
Warna air tambak seperti hijau kecoklatan menunjukkan dominasi plankton Diatomae. Jenis plankton Diatomae merupakan jenis plankton yang baik buat tambak. Jenis plankton ini merupakan penyuplai pakan alami bagi udang, yang menyebabkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan udang relatif lebih cepat. Dalam kondisi musim dengan tingkat curah hujan yang tinggi, berkurang tingkat kestabilan Diatomae, sehingga berpotensi terjadinya plankton mati di perairan.
Warna Air Tambak Biru Kehijauan
Warna air tambak biru kehijauan banyak dihindari oleh para petambak baik ikan maupun udang, karena menandakan air didominasi plankton jenis Cyanophyceae, dapat menyebabkan pertumbuhan lambat pada udang. Selain itu, plankton jenis Cyanophyceae adalah phytoplankton yang dapat mefiksasi nitrogen dari udara sebagai pengganti oksigen, sehingga sangat mudah untuk terjadi blooming plankton pada perairan, dan itu dapat menyebabkan toksin.
Warna Air Tambak Coklat Tua
Kondisi ini karena tambak yang telah banyak mengandung plankton dinoflagellata. Masalah kesehatan udang seperti insang hitam dan bengkak akan timbul karena air yang berwarna coklat tua. Kondisi seperti ini biasanya terjadi pada tambak yang yang memasuki pakan per hari tinggi.
Warna Air Tambak Merah Kecoklatan
Disebabkan populasi berlebihan dinoflagellata jenis Pyrrophyta yang membuat kadar oksigen air menurun terutama saat malam dan dini hari. Kondisi air tambak berwarna merah bisa berakibat fatal kematian massal udang.
Perubahan warna air tambak harus diamati setiap saat. Warna air yang berubah-ubah setiap saat adalah indikator bahwa air tambak tersebut memiliki alkalinitas total yang rendah. Tapi patut diperhatikan, pergantian air tambak sebaiknya tidak terlalu sering dilakukan, karena makin sering dilakukan penggantian air memungkinkan udang jadi stres karena fluktuasi pH air.
Penulis:
Daruti Dinda Nindarwi., S.Pi.,MP
(Manajemen Kesehatan Ikan dan Budidaya Perairan)
Email: daruti-dinda-n@fpk.unair.ac.id



