Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

HALAL BI HALAL FPK: GIVING & FORGIVING

Bagikan

Berita FPK – Satu tahun penuh lamanya civitas akademika kampus telah bersama dalam bekerja, berinteraksi, dan bersosialisasi di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas tercinta, tentu sebagai umat manusia, salah dalam perilaku serta tutur kata menjadi hal yang tidak bisa terlewatkan. Terlebih, sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan untuk berkomunikasi, berinteraksi dan bersosialisasi dengan rekan kerja yang lain. Dalam hal inilah, perlunya saling membuka pintu maaf lahir dan bathin agar bisa terus menjaga keharmonisan dalam melangsungkan kehidupan dikampus untuk tahun berikutnya.

Tepat hari ini, Jumat (5/6/2020), Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga melangsungkan Halal bi Halal dengan mengundang penulis buku 8 Best Seller dan pernah menjabat Direktur Utama Temprina Media Grafika yaitu Ustadz Ir. Misbahul Huda, MBA . Halal bi Halal kali ini terlihat unik dan berbeda dari biasanya dikarenakan pelaksanakannya dilakukan secara virtual menggunakan platform via Zoom edu dan streaming on youtube, namun tidak mengurangi rasa khidmat dan esensi dari acara Halal bi Halal itu sendiri yaitu saling maaf memaafkan untuk meraih kemenangan menjadi insan yang fitri. Dalam kesempatan tersebut, turut pula hadir Wakil Rektor III (Prof., Ir. Moch Amin Alamsjah M.Si., Ph.D.), Ketua Badan Pertimbangan Fakultas (Prof. Dr. SRI SUBEKTI drh., DEA.), dan jajaran pimpinan lainnya.

Sebelum melangsungkan kegiatan yang sudah rutin secara offline dilaksanakan setiap bulan Syawal itu, Dekan FPK Prof. Mirni memberikan sambutan singkat. Dalam paparannya, Prof. Mirni mengatakan bahwa dalam menyambut nikmat Idul Fitri 1441 H, atas nama seluruh pimpinan FPK UNAIR, Dekan mengucapkan “Selamat Idul Fitri”.

“Alhamdulilah, Kita telah menyelesaikan puasa Ramadhan 1441 H, dan tahun ini adalah pertama kali acara Halal bi Halal dilakukan di FPK secara virtual. Semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali pada puasa ramadhan berikutnya. Jika ada kesalahan itu murni dari saya pribadi, karena kesempurnaan itu milik Allah SWT.” ungkap Prof. Mirni

Selanjutnya, acara puncak yaitu ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Ir. Misbahul Huda, MBA. Beberapa pesan spiritual yang dapat dipetik dari ceramah yang bertajuk “Giving & Forgiving” tersebut adalah pertama, ujian terbesar saat ini pada seorang pemimpin baik pada level institusi maupun pribadi adalah “The true test of leadership is how well you function in a crisis”. Bagaimana menyikapi adanya pandemik Covid-19 ini?, apakah kita termasuk orang yang lari, mengeluh atau bersyukur dan bersabar. Seperti fenomena pandemik ini jangan sampai pada detik ini juga kita masih belum menerima musibah dan ujian ini. Kalau belum bisa menjinakkan virus corona, kenapa kita tidak mencoba mengakrabinya?. Jangan panikan, jangan baperan, dan jangan kagetan, namun segeralah kembali kepada Allah SWT dan bencana ini akan benar-benar jadi bencana, jika kita gagal menemukan Tuhan.

Pesan Kedua, Virus tidak hanya menggerus kesehatan kita, tapi juga menggerus iman kita. Namun bagaimana cara menyikapi pandemik ini, Jangan hanya mengandalkan protokol bumi, perlu protokol langit sehingga dapat mengundang keajaiban dari penduduk langit. Be with Allah, Allah will protect you. Pandemik ini juga mengandung hikmah yaitu memilahkan kualitas iman kita, seperti gabah diinteri, seperti batu atau seperti padi, berisi-merunduk dan berarti. Terdapat tiga kelompok orang dalam pandemik ini yaitu kelompok “orang kerdil” selalu membicarakan masalah masalah dan memaki kegelapan (small-man talking about the problem), kelompok “orang besar” selalu memberikan solusi, mencari solusi contoh penguatan pangan (great-man talking about the solution), dan kelompok “orang jenius” adalah mampu berbagi dan berkontribusi di saat keterbatasan pandemik (genious-man, find opportunity behind the problem). Jangan jadi orang kerdil, namun jadilah orang yang great-man dan genious-man.

Pesan terakhir, beliau memberi kesimpulan dari materi Giving & Forgiving yaitu terdapat pada Al-quran (QS: 3:134) yaitu The Spirit of Ihsan dengan:

  1. Memberi nafkah, kala longgar atau sempit (peduli, memberi pada kerabat, tetangga dekat dan teman dekat).
  2. Memberi empati agar bisa menahan amarah (keluarga harmonis, terdiri dari pasangan yang piawai memberi empati).
  3. Memberi maaf sesamanya, itulah kemenangan (memberi maaf itu memberi paling sulit, tapi bijaksana dan bahagia).

Acara penutup dari Halal bi Halal ini adalah Ucapan Idul Fitri yang disampaikan oleh Wakil Rektor III, Badan Pertimbangan Fakultas (BPF), KPS S1 Akuakultur Surabaya, KPS S1 THP Surabaya, KPS PSDKU Banyuwangi, Kadep S1 MKI-BP Surabaya, Kadep S1 Kelautan Surabaya, KPS Bioteknologi Perikanan dan Kelautan S2, KPS Ilmu Perikanan S2, Kabag Tata Usaha, Kasubag SDM dan Keuangan, Kasubag Sapras, Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan, Ketua BEM, Ketua BLM, Ketua Hima PSDKU Banyuwangi, serta jajaran pimpinan FPK.  Acara Halal bi Halal pun selesai dan diakhiri dengan sesi foto bersama

Penulis
Rozi
Departemen MKI-BP
Email: rozi@fpk.unair.ac.id

Rated 5 out of 5