Sidoarjo – Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (HIMATEKHIKAN) Universitas Airlangga melalui Divisi Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Workshop Produk Olahan Perikanan (WPOP) sebagai upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) No. 1: Tanpa Kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15–16 Juli 2025 di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dan diikuti oleh masyarakat setempat, khususnya ibu rumah tangga.
WPOP bertujuan memberikan pelatihan, pemahaman, serta pengalaman praktis kepada masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha mandiri. Pada hari pertama, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan produk olahan perikanan sekaligus pemaparan strategi pemasaran digital melalui media sosial sebagai sarana meningkatkan jangkauan dan penjualan produk.
Hari kedua diisi dengan praktik langsung pengolahan produk, di mana peserta terlibat aktif mulai dari proses produksi hingga pengemasan. Kegiatan ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan aplikatif yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha berkelanjutan guna meningkatkan perekonomian keluarga.
Produk inovatif yang dihasilkan dalam workshop ini adalah Brosnies Kering Ikan Bandeng (BROWNDENG), yaitu olahan ikan bandeng yang diubah menjadi tepung dan dicampurkan ke dalam adonan brownies kering. Inovasi ini menghadirkan alternatif pengolahan ikan bandeng yang sebelumnya identik dengan lauk asin menjadi produk pangan modern bernilai jual lebih tinggi.
“Biasanya ikan bandeng dibuat lauk, sekarang ternyata bisa jadi brownies. Ini bisa jadi ide usaha untuk kue Lebaran,” ungkap salah satu peserta pelatihan.
Melalui WPOP, HIMATEKHIKAN UNAIR berharap masyarakat Dusun Kepetingan dapat mengembangkan produk olahan perikanan secara mandiri, menciptakan sumber pendapatan baru, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Kegiatan ini menjadi wujud peran mahasiswa dalam mendorong pembangunan ekonomi inklusif dan pengentasan kemiskinan di tingkat lokal, sejalan dengan agenda global SDGs No. 1.







