Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

DISKUSI ONLINE FPK: ACTION FOR SUSTAINABLE OCEAN

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

DISKUSI ONLINE FPK: ACTION FOR SUSTAINABLE OCEAN

Bagikan

Berita FPK – Minggu (28/06/20) pukul 09.00-1200 WIB Kajian Keilmiahan Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (KAKEMA) kembali membuka kegiatan diskusi online bersama ECONUSA, GREENPEACE, dan Pandu Laut Nusantara mengenai aksi lanjutan laut. Diskusi kali ini menampilkan beberapa pemateri antara lain Dr. Endang Dewi M., Ir., MP. yang merupakan Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Arifsyah M. Nasution yang merupakan Oceans Campaigner di GREENPEACE, Wiro Wirandi yang merupakan Ocean Program Manager di ECONUSA, dan juga Tiza Mafira yang merupakan Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik sekaligus influencer. Kegiatan ini diikuti sebanyak 300 peserta dengan moderator Daruti Dinda N. S., Pi. M.P.

Acara pertama adalah sambutan dari Prof. Dr. Sri Subekti drh., DEA. Ketua Konsorsium Mitra Bahari dan juga Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., MP. Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama oleh semua peserta dan pemateri dengan membawa tumblr sebagai simbol kampanye terhadap peralihan penggunaan plastik sekali pakai.  Tema yang diangkat merupakan bagaimana cara kita menjaga laut dan merevitalisasi laut Indonesia yang kini sudah banyak tercemar terutama oleh sampah plastik. Untuk itu penting bagi kita mengurangi konsumsi plastik sekali pakai dan kegiatan ini mendiskusikan pengalaman serta ide-ide dari  pemateri yang diharapkan dapat membangun semangat masyarakat untuk menjaga kebersihan laut karena laut adalah harga berharga bagi Indonesia sebagai Negara Maritim.

Pemateri pertama adalah Wiro Wirandi dari ECONUSA. ECONUSA merupakan salah satu lembaga yang menanungi konservasi biodeversitas laut Indonesia bagian Timur yang masih terjaga dan bekerja sama dengan pemerintah dengan mengangkat kearifan lokal. Wiro Wirandi membagikan gambaran praktisi kebijakan perikanan dan kelautan. Program kelautan ECONUSA fokus di kaimana yang biasa disebut kingdom of fish.  “Aturan formal dari pemerintah dan aturan adat memang sulit untuk disatukan namun kami berusaha untuk mengintegrasikannya. Setiap daerah memiliki karakteristik masing-masing dalam menangkap ikan di laut. Misalnya di daerah Indonesia Barat menangkap ikan dengan jaring. Sedangkan di Indonesia Timur banyak masyarakat yang menangkap ikan dengan pancing. Hal ini membawa dampak yang berbeda terhadap sampah limbah alat tangkap dilihat dari sisi ketahanannya. Sosialisasi kepada masyarakat sebenarnya tidak perlu formal misalnya saja kita dapat membeli dagangan masyarakat sambil berbincang-bincang“ ujarnya.

Pemateri kedua adalah Arifsyah Nasution dari GREENPEACE. GREENPEACE merupakan salah satu organisasi kampanye yang awalnya mendorong perdamaian dunia. Namun, kini GREENPEACE terfokus kepada konservasi satwa dan alam. “Kalau kita ingin menyelamatkan laut maka perbaiki dulu kegiatan kita di daratan. Pencemaran terbesar memang karena kegiatan manusia meliputi pertambangan, limbah industri, dan sampah plastik” ujarnya. Salah satu program GREENPEACE adalah pelibatan publik terhadap dampak limbah pabrik dan sampah plastik di Teluk Jakarta.  “Bicara tentang kesadaran, saya bisa menyimpulkan bahwa ini adalah kesadaran naif oleh masyarakat karena kesadaran sudah ada namun sarana prasarana belum terpenuhi. Misalnya penggunaan botol isi ulang namun depo isi ulang tidak disediakan pada beberapa tempat.” tambahnya. GREENPEACE juga memiliki program Panglima Laut yaitu lembaga yang mengelola kegiatan kelautan di Aceh. Lembaga ini adalah lembaga pemerintahan yang diperkuat dengan nillai-nilai budaya setempat. Kombinasi  ini penting untuk memperkuat dasar gerakan konservatif.

Pemateri ketiga adalah Tiza Mafira. Pemuka diet kantong plastik ini menyampaikan bahwa  DKI jakarta akan mengimplementasikan larangan kantong plastik mulai tahun 2020 danini merupakan salah satu pencapaian. “Plastik sudah menjadi pencemar bahkan mulai dari daratan. Pemikiran itu sudah ditanamkan dari kecil. Kalau kita mengotori lingkungan maka kita sendiri yang akan merasakan dampak buruknya. Banjir di Jakarta menjadi background gerakan ini  karena banyak sekali plastik yang menyumbat saluran air sehingga air meluap bahkan masuk ke dalam kantor saya dan saya tidak bisa keluar dari kantor kecuali menggunakan perahu karet. Saya heran dengan orang-orang yang membagikan kantong plastik sekali pakai secara gratis, padahal dampaknya sangat mebahayakan lingkungan. Saya bekerjasama dengan teman-teman dalam menyebarluaskan petisi yang saya buat. 70.000 tanda tangan saya capai dalam waktu 1,5 tahun. Tapi tanda tangan bukan segalanya. Kami membawanya ke Kementrian Lingkungan Hidup dan mereka akhirnya mengeluarkan kebijakan serta uji coba kantong plastik ramah lingkungan dan kantong plastik berbayar hingga pelarangan penggunaan kantong pastik. Produksi plastik yang berasal dari minyak bumi juga berdampak pada iklim dan cuacanya” ujarnya. Pada tahun 2018 Tiza Mafira mendapatkan penghargaan Ocean Heroes dari PBB, alasannya karena  pada saat itu diet kantong plastik memang berhasil mendorong kebijakan yang berpengaruh pada masyarakat luas. Banjarmasin adalah kota pertama yang melaksanakan pelarangan kantong plastik.

Pemateri keempat adalah Dr. Endang Dewi M., Ir., MP dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan. Ia menegaskan bahwa Perguruan Tinggi memiliki kewajiban yaitu pendidikan dan pengajaran, peneliatan dan pengembangan, serta  pengabdian masyarakat yang harus dilaksanakan oleh seluruh pengajar, tenaga pendidik, maupun mahasiswa. “Mata kuliah yang menyangkut segala hal tentang perairan yang membahas pencemaran, pengelolaan air, daerah pesisir, sumberdaya manusia ataupun sumberdaya alam  diharapkan dapat mendasari kerangka berpikir mahasiswa sehingga dapat memahami rantai ilmiah aksi harian agar  tidak lagi membuang segala akhir kegiatan yang ke laut. Karena sudah paham maka akan lebih mudah bagi kita menggerakan, menilai dan mengevaluasi serta menciptakan inovasi. Tema inovasi yang sudah kita lakukan yaitu meliputi pencemaran air, toksisitas organisme dan efek patologis pada mahasiswa. Selain itu penelitian hasil pengelolaan sumber hayati laut bukan hanya pangan saja, tapi juga kebutuhan kita sehari-hari seperti komestik, obat dan industri. Maka dari itu penting bagi kita menjaga laut“  ujarnya

Moderator kemudian mengangkat sebuah pertanyaan mengenai tanggapan dari pemateri tentang sampah plastik pada masa pandemi Covid-19. Pemateri pertama menanggapi  akan melaksanakan kegiatan pawai plastik online sebagai gerakan pencegahan sampah plastik dan memantau alat tangkap nelayan yang dibuang ke laut. Pemateri kedua menanggapi bahwa banyak aternatif yang bisa diterapkan asalkan masyarakat bisa tertib, contohnya penggunaan masker kain bagi non-tenaga medis. Pemateri ketiga menanggapi bahwa penggunaan plastik sekali pakai saat ini tidak diperlukan, justru akan memperburuk situasi. Pemateri keempat menanggapi bahwa akademisi pada masa pandemi ini menggunakan media untuk edukasi kerjasama pengurangan sampah plastik karena kegiatan mahasiswa di rumah akan mengurangi pembelian makanan yang dihidangkan dengan paslik sekali pakai. Kemudian ada pula sesi tanggapan, tanya, dan  jawab oleh para peserta diskusi dan pemateri, salah satunya adalah Dosen Fakultas Psikologi, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dosen Fakultas Vokasi, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi dari Universitas Airlangga serta Dosen Universitas Negeri Surabaya.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penampilan live music, stand up comedy dan lomba fotografi dari mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan serta peserta umum dari diskusi online . Lomba fotografi yang dilaksanakan mulai tanggal 23 Juni hingga 28 Juni 2020 mengumumkan 10 pemenang pada pertengahan kegiatan diskusi online yang akan menerima hadiah menarik dari econusa.. Seluruh panitia dan penyelenggara berharap semoga kegiatan diskusi online ini dapat membawa manfaat kepada seluruh peserta dan meningkatkan pelaksanaan aksi menjaga laut dari sampah plastik

Penulis

Izuna Jihan Mufidah
Mahasiswa FPK

5/5