Sambutan hangat dari kelompok budidaya ikan hias di Nglegok, Blitar saat menyambut kedatangan kunjungan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Departemen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan seminar sekaligus diskusi yang dilaksanakan pada 14 Oktober 2023 oleh dosen dan mahasiswa S1 Akuakultur merupakan kegiatan puncak dari serangkaian kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdi sejak bulan Mei 2023.
Sejak bulan Mei 2023, mesin otomasi pakan (autofeeder) telah diaplikasikan di kolam pembudidaya ikan koi. Kualitas air seperti suhu, ammonia, nitrit, nitrat diukur setiap bulan sejak aplikasi pertama mesin otomasi pakan sebagai upaya monitoring dan evaluasi manfaat pada kolam ikan koi. Tim pengabdi dari Departemen Akuakultur selanjutnya melakukan kunjungan akhir di Bulan Oktober untuk memaparkan hasil aplikasi autofeeder yang telah dilakukan tersebut. Di saat yang bersamaan, para pembudidaya ikan koi melakukan diskusi dan konsultasi dengan tim pengabdi dosen Akuakultur terkait beberapa permasalahan budidaya ikan koi termasuk masalah penyakit ikan koi.
Kedatangan tim pengabdi dari UNAIR yang diketuai oleh Ayu Lana Nafisyah, S. Pi., M.Sc., Ph.D menjadi momen yang bermanfaat bagi para pembudidaya khususnya. Pemberian pakan pada ikan koi di lokasi mitra selama ini dilakukan secara manual, sehingga dengan adanya aplikasi autofeeder memudahkan pembudidaya dalam kontrol pemberian pakan dan kualitas air, seperti diakui oleh Bapak Saiful Mujab selaku Ketua Kelompok Budidaya Ikan Hias Sumber Rezeki.
Lima mahasiswa S1 Akuakultur UNAIR, Desi Rahmadhani, Lutfianasari, Ahmad Saiful Aziz, Ilham Shofananda Pramono Jati, dan Ivan Adriansyah juga bertindak sebagai tim pengabdi yang aktif melakukan monitoring kualitas air setiap bulan. Aplikasi teknologi tepat guna yang dilakukan ini tidak hanya terbukti membantu efisiensi waktu pemberian pakan, namun juga diketahui hal ini mampu mengontrol kualitas air di kolam ikan koi sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini termasuk teknologi ramah lingkungan.
Harapan dari kegiatan pengabdian ini yakni dapat menjadi pemberdayaan bagi masyarakat di Blitar, Jawa Timur agar melirik teknologi ramah lingkungan untuk menunjang kegiatan budidaya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menunjang Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.




