Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Mahasiswa Akuakultur FPK UNAIR Laksanakan Magang Budidaya Udang Vaname di Instalasi Budidaya Air Payau Bangil

Bagikan

FPK 08 Januari 2026-Magang Mahasiswa

Mahasiswa Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) melaksanakan kegiatan magang di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Bangil, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi akademik dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Kegiatan magang ini berlangsung pada 29 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026 dan berfokus pada praktik langsung budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang berkelanjutan dan berbasis ilmiah.

Kegiatan magang ini diikuti oleh delapan mahasiswa Program Studi Akuakultur FPK UNAIR, yaitu Alief Fibi Yanto, Tsaniyatun Muntafi’ah, Sani Lutfiyanti, Loise Gabriele Sigarlagi, Adinda Keisha Saputri, Feby Aqirla, Deva Zia’ul Haq K, dan Hilmi Azam Falah S. Selama hampir tiga pekan, para mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas operasional tambak udang vaname di bawah bimbingan teknisi berpengalaman IBAP Bangil.

Pemilihan IBAP Bangil sebagai lokasi magang didasarkan pada relevansinya dengan minat akademik mahasiswa, khususnya pada komoditas udang vaname yang memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. Selain itu, fasilitas dan sumber daya manusia yang dimiliki IBAP Bangil dinilai mampu mendukung proses pembelajaran berbasis praktik lapangan.

Selama magang berlangsung, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan teknis budidaya. Setiap hari, pengecekan kualitas air dilakukan dua kali, yaitu pada pagi hari sekitar pukul 08.00 setelah apel pagi dan sore hari pukul 16.00. Parameter fisika yang diamati meliputi suhu, kecerahan, dan kedalaman air, sementara parameter kimia mencakup pH, dissolved oxygen (DO), dan salinitas.

Selain pengelolaan kualitas air, mahasiswa juga terlibat dalam penimbangan dosis pakan udang vaname serta pemberian probiotik. Kegiatan pemberian pakan dilakukan secara terjadwal dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan tambak dan kesehatan udang. Mahasiswa juga memasang anco pada tambak sebagai alat pemantauan nafsu makan udang vaname, sehingga manajemen pakan dapat dilakukan secara lebih presisi dan efisien.

Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai sistem aerasi tambak, baik aerasi permukaan berupa kincir maupun aerasi dasar yang dikenal sebagai uniring. Uniring memiliki keunggulan berupa gelembung udara yang lebih halus sehingga mendukung distribusi oksigen di dasar tambak. Namun, sistem ini juga memiliki kelemahan karena mudah kotor akibat endapan sisa pakan dan amonia, sehingga memerlukan perawatan rutin.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengetahuan terkait penyakit utama pada udang vaname, seperti Enterocytozoon hepatopenaei (EHP), Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND), White Feces Disease (WFD), dan White Spot Syndrome Virus (WSSV). Pemahaman ini menjadi bekal penting dalam upaya pencegahan dan pengelolaan kesehatan udang secara berkelanjutan.

Selama pelaksanaan magang, mahasiswa menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca yang tidak stabil. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kesulitan dalam pengecekan kualitas air tambak. Selain itu, adanya serangan penyakit pada udang vaname sempat menurunkan nafsu makan, sehingga jadwal dan dosis pemberian pakan harus disesuaikan secara dinamis. Kondisi ini melatih mahasiswa untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, sejalan dengan upaya mitigasi dampak perubahan iklim.

Kegiatan magang ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan budidaya udang sebagai sumber protein, SDGs 14 (Life Below Water) melalui praktik budidaya berkelanjutan, serta SDGs 13 (Climate Action) melalui adaptasi terhadap perubahan iklim. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs 1 (No Poverty) dengan meningkatkan kompetensi lulusan yang siap kerja dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara FPK UNAIR dan IBAP Bangil.

Mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan magang ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami proses budidaya udang vaname secara komprehensif, mulai dari pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, hingga penanganan penyakit. Mereka berharap program magang serupa dapat terus dikembangkan dengan peningkatan fasilitas dan pendampingan yang lebih intensif agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih optimal.

Penulis: MRR

Rated 5 out of 5