Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Platygyra sinensis karang batu

Bagikan

Terumbu karang merupakan salah satu bagian ekosistem laut yang memberikan sumber kehidupan bagi biota laut seperti menjaga kestabilan kondisi ekologi perairan laut, habitat beberapa biota laut, sebagai tempat memijah, dantempat berlinndung hewan laut. Indonesia memiliki luas termbu karang sekitar 50.000 km2 dengan berbagai jenis dan produktivitas orimer yang tinggi (Ikhsan dan Syahrival, 2014). Genus Platygyra memiliki 7 jenis spesies, alah satu spesies yang terdapat di Indonesia adalah Platygyra sinensis (Madjid, 2022). Dengan bentuknya yang menyerupai otak manusia, termbu karang Platygyra sinensis sering dikenal dengan ‘brain coral’. Termbu karang jenis ini dapat ditemukan pada wilayah yang memiliki iklim hangat, seperti di Kepulauan Pasifik dan Karibia.

Platygyra sinensis dapat dijumpai di kedalaman 3-5 meter, memiliki warna kecoklatan dan terdiri dari 2 garis yang bereklok-kelok (Wahyudi, 2013). Terumbu karang ini relatif tumbuh lambat dengan laju pertumbuhan hanya sekitar 1-3 cm per tahun, namun usia terumbu karang ini mencapai ribuan tahun dan ukurannya akan semakin bertambah. Pola pertumbuhan yang berliku-liku memberikan perlindungan kepada berbagai spesies ikan dan makhluk laut kecil yang tinggal di dalamnya. Selain itu, bentuknya yang menyerupai otak memungkinkannya untuk menahan gelombang dan menjaga pantai dari erosi. Sayangnya, terumbu karang Platygyra menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim, polusi, dan aktivitas manusia lainnya. Peningkatan suhu air laut yang disebabkan oleh perubahan iklim dapat menyebabkan pbleaching atau pemutihan terumbu karang, yang dapat mengancam kelangsungan hidup Platygyra dan organisme karang lainnya. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan perlindungan terhadap terumbu karang Platygyra dan lingkungan lautnya sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati di ekosistem laut yang sangat penting ini.

Penulis: Aulia Dista Mahrunisa

Daftar Pustaka

Ikhsan dan B. Syahrival. 2014. Willingness to Pay Masyarakat untuk Melindungi Terumbu Karang di Pulau Weh. Jurnal Kebangsaan. 3(5).

Madjid, M. R. (2022). Distribusi Tingkat Pigmentasi Gonad Sebagai Petunjuk Pola Reproduksi Karang Family Faviidae Di Kepulauan Spermonde Kota Makassar= Distribution Of Gonad Pigmentation Level As A Guide To Reproductive Patterns Of Family Faviidae Corals In Spermonde Islands, Makassar City (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Wahyudi, R. (2013). Keanekaragaman Jenis Terumbu Karang di Pantai Kondang Merak Kabupaten Malang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

 

 

Rated 5 out of 5