Dewasa ini aktivitas memelihara berbagai macam ikan hias sedang menjadi tren bagi khalayak umum. Ikan hias seperti gupi, cupang, neon tetra, discuss dan masih banyak lagi menjadi komoditas primadona terutama bagi para pecinta ikan hias. Dalam pemeliharaan ikan hias diperlukan media sebagai habitat baru dalam kondisi terkontrol yang sesuai seperti habitat aslinya. Beberapa diantaranya yaitu aquascape dan paludarium.

Aquascape (foto kiri) dan Paludarium (foto kanan) (Sumber: pinterest.com)
Selain sebagai media bagi ikan hias, di dalam aquascape dan paludarium juga terdapat beberapa jenis tanaman air yang berperan sebagai pendukung ekosistem dan menambah estetika. Secara sekilas, aquascape dan paludarium terlihat serupa tapi sebenarnya berbeda. Aquascape merupakan seni dalam menata komponen batu, karang, pasir, kayu dan tanaman air dalam akuarium. Aquascape dapat diterapkan dalam pemeliharaan ikan hias air tawar atau ikan hias air laut di dalam akuarium (Hariyatno et al., 2018). Aquascape hampir sama dengan paludarium, hanya saja perbedaanya terletak pada habitatnya. Dapat dikatakan bahwa paludarium merupakan gabungan habitat air, darat, dan udara dalam sebuah media kaca. Agar terlihat perbedaan antara darat, air dan udara, paludarium hanya terisi air setengah atau sebagian dari media kaca. Sedangkan pada aquascape volume air memenuhi akuarium.
Secara etimologi, paludarium berasal dari bahasa latin yaitu “Palus” yang berarti rawa-rawa dan “Arium” yang berarti tempat atau wadah. Dapat diketahui bahwa paludarium merupakan penggabungan antara unsur air dan darat di dalam media atau ruangan tertutup. Sehingga biota didalamnya juga seperti habitat di rawa pada umumnya.
Pada intinya tujuan utama dari aquascape maupun paludarium adalah menciptakan pemandangan di bawah permukaan air dalam akuarium atau pemandangan seperti rawa didalam akuarium, sehingga akuarium akan terlihat lebih cantik dan menarik untuk dilihat sebagai bagian dalam memperindah estetika suatu ruangan atau tempat tertentu.
Referensi :
Hariyatno, Isanawikrama, Wimpertiwi, D., et al. 2018. Membaca Peluang Merakit “Uang” dari Hobi Aquascape. Jurnal Pengabdian dan Kewirausahaan, 2 (2): 117-125.
Penulis : Yusuf Taufik Hidayat (Akuakultur 2018)
Editor : Ivan Syahrial Abidin ( Akuakultur K. Banyuwangi 2018)



