Jepara, 28 Agustus 2025 — Kegiatan monitoring Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara tidak hanya menjadi sarana evaluasi capaian teknis mahasiswa, tetapi juga mempertegas pentingnya kolaborasi institusi pendidikan dan lembaga pemerintah dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia perikanan. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 17 (Partnerships for the Goals) yang menekankan peran kemitraan lintas sektor dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
Melalui kerja sama PKL ini, FPK UNAIR dan BBPBAP Jepara berperan sebagai mitra strategis dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan pengelolaan perairan payau. Selain penguasaan aspek teknis seperti budidaya, monitoring kualitas air, dan pengelolaan ekosistem pesisir, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama terkait penguatan soft skills mahasiswa sebagai bagian penting dari pengembangan kapasitas SDM.
Dalam kunjungan monitoring, tim dosen FPK UNAIR menemukan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan akademik dan teknis yang baik, namun masih cenderung pasif dalam forum diskusi dan penyampaian gagasan. Temuan ini menjadi bahan evaluasi bersama antara FPK UNAIR dan BBPBAP Jepara untuk merancang pendekatan pembelajaran PKL yang lebih kolaboratif dan partisipatif.
Pada konteks SDGs 17, penguatan kapasitas tidak hanya dimaknai sebagai transfer pengetahuan teknis, tetapi juga mencakup pengembangan komunikasi ilmiah, kerja sama tim, dan kemampuan berinteraksi dengan pemangku kepentingan. Hal ini menjadi krusial dalam sektor perikanan modern yang menuntut sinergi antara akademisi, lembaga pemerintah, industri, dan masyarakat.
Pihak BBPBAP Jepara mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan FPK UNAIR. Menurut mitra, mahasiswa PKL telah menunjukkan pemahaman yang baik terhadap praktik budidaya air payau dan pengelolaan sumber daya perikanan. Namun, mitra juga menilai bahwa kemampuan interpersonal dan komunikasi profesional perlu terus ditingkatkan agar lulusan siap berkontribusi secara optimal di tingkat nasional maupun global.
“Mahasiswa sudah menguasai aspek teknis dengan baik, tetapi perlu lebih percaya diri dalam berdiskusi dan menyampaikan ide. Kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat penting untuk menjembatani hal tersebut,” ungkap perwakilan BBPBAP Jepara.
Sebagai tindak lanjut dari hasil monitoring, FPK UNAIR berkomitmen untuk memperkuat kurikulum PKL melalui kerja sama berkelanjutan dengan BBPBAP Jepara. Upaya yang direncanakan antara lain adalah pelatihan presentasi dan komunikasi ilmiah berbasis kasus lapangan, simulasi diskusi dan pemecahan masalah bersama mitra institusi, dan pembinaan kepemimpinan dan kerja tim mahasiswa selama PKL.
Melalui kemitraan ini, FPK UNAIR dan BBPBAP Jepara berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan kolaborasi dan komunikasi yang kuat. Sinergi ini menjadi contoh nyata implementasi SDGs 17, di mana kemitraan strategis berperan penting dalam mendukung pengelolaan perairan payau yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.



