ASRI IRMAYANTI
Dosen Pembimbing Prof. Dr. Hari Suprapto, Ir., M. Agr.
Budidaya ikan koi merupakan budidaya yang cepat mendatangkan hasil, meskipun demikian pasokan koi belum juga dapat terpenuhi karena ikan ini biasanya memijah di alam pada saat musim hujan, sedangkan kebutuhan konsumen tidak mengenal musim. Pemijahan secara semi buatan (semi intensif) menggunakan hormon kelenjar hipofisa ataupun dengan menggunakan Ovaprim merupakan alternatif dari permasalahan pembudidaya ikan koi. Sehingga kebutuhan ikan koi akan terpenuhi dengan hasil benih yang baik secara kuantitas maupun kualitas.
Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman mengenai teknik pemijahan ikan Koi (Cyprinus carpio) serta mengetahui calon induk ikan Koi (Cyprinus carpio) yang unggul di Kelompok Tani Mina Karya Koi Centre, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada tanggal 12 Januari-10 Februari 2015.
Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, partisipasi aktif dan wawancara serta studi literatur.
Teknik pemijahan ikan koi yang dilakukan menggunakan perbandingan 3:1 yaitu satu ekor betina dan tiga ekor jantan. Perangsangan kematangan gonad pada pemijahan ikan koi dilakukan menggunakan penyuntikan ovaprim. Ovaprim adalah campuran analog salmon Gonadotropin Releasing Hormon (sGNRH-a) dan anti dopamine.
Ovaprim adalah hormon yang berfungsi untuk merangsang dan memacu hormon gonadotropin pada tubuh ikan sehingga dapat mempercepat proses ovulasi dan pemijahan, yaitu pada proses pematangan gonad dan dapat memberikan daya rangsang yang lebih tinggi, menghasilkan telur dengan kualtas baik serta menghasilkan waktu laten yang relatif singkat juga dapat menekan angka mortalitas (Sukendi, 1995). Hormon ini juga dapat bekerja pada organ target yang lebih tinggi pada ikan (Hacker, 1992).
Induk yang dipijahkan menggunakan ovaprim ini adalah induk koi impor yang memiliki corak serta warna yang paling bagus, yaitu jenis koi Kohaku (jantan) berumur dua tahun, Tanco Sanke (jantan) berumur dua tahun dan Goshiki (betina) berumur tiga tahun. Alasan memijahkan induk jenis tersebut adalah untuk menghasilkan corak warna baru.
Pemberian hormon dilakukan untuk mempercepat kematangan gonad sehingga proses pemijahan pun cepat dilakukan. Kekurangan pemakaian ovaprim ini adalah apabila mengalami kegagalan maka pemijahan akan mengalami kegagalan. Hal ini dikarenakan proses pematangan gonad yang tidak sempurna dan teknik penyuntikan yang salah.
Informasi lebih lengkap terkait informasi kegiatan Praktek Kerja Lapang dari topik ini, dapat berkunjung di Ruang Baca FPK Unair untuk memanfaatkan koleksi yang ada.




