DWI KARIANI PERMATA ROSALIA
Dosen Pembimbing : Rahayu Kusdarwati, Ir., M.Kes.
Ikan gurame strain bastar (Osphronemus gouramy) merupakan salah satu jenis ikan kultur air tawar yang sudah lama dikenal orang dan telah banyak dibudidayakan. Pemijahan ikan gurame strain bastar dilakukan dengan dua cara yaitu secara alami dan buatan. Secara alami, ikan gurame strain bastar memijah pada musim kemarau dan menjadi matang gonad dengan menaikkan suhu air. Secara buatan, yaitu dengan rangsangan hormon yang disuntikkan pada tubuh induk betina untuk mempercepat proses pembuahan.
Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Muntilan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 12 Januari hingga 12 Februari 2015. Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode pengumpulan data secara primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan partisipasi aktif.
Proses pemijahan ikan gurame strain bastar (Osphronemus gouramy) di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Muntilan adalah secara alami yang diawali dengan persiapan kolam pemijahan, seleksi induk, dan kegiatan pemijahan ikan gurame. Penetasan telur dapat dilihat setelah 24-48 jam setelah pemijahan dan didapatkan hasil HR (Hatching Rate) sebesar 89%. Parameter kualitas air dalam pemijahan ikan gurame adalah suhu sekitar 25,5-31,5 oC dan pH antara 6,5-8,5. Teknik pemberian pakan dalam pemijahan ikan gurame adalah pakan alami berupa daun talas.
Informasi lebih lengkap terkait informasi kegiatan Praktek Kerja Lapang dari topik ini, dapat berkunjung di Ruang Baca FPK Unair untuk memanfaatkan koleksi yang ada.




