Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

COMMUNITY RESEARCH MENGEMBANGKAN PRODUK BERNILAI TAMBAH DARI BY-CATCH PERIKANAN LOKAL MUKAH, SERAWAK, MALAYSIA

Bagikan

Mukah, Sarawak — Universiti Airlangga bersama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan Universiti Teknologi Sarawak (UTS) melaksanakan kegiatan community research yang berfokus pada pengembangan produk bernilai tambah berbasis hasil tangkapan sampingan (by-catch) perikanan lokal Mukah. Program ini diarahkan untuk menggali nilai tersembunyi dari komoditas by-catch yang selama ini dipandang memiliki nilai ekonomi rendah, khususnya ikan pelata (Alepes djedaba) dan ikan puput (Ilisha elongata). Program community research ini melibatkan dosen, peneliti, serta mahasiswa yang secara aktif berinteraksi dengan nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal Mukah. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pemanfaatan komoditas by-catch seperti ikan puput (Ilisha elongata) dan ikan pelata (Alepes djedaba), yang selama ini memiliki nilai ekonomi rendah akibat keterbatasan pengolahan dan akses teknologi pascapanen.

Dalam pelaksanaannya, tim peneliti menitikberatkan pada analisis potensi bahan baku melalui karakterisasi awal terhadap bagian ikan yang belum termanfaatkan secara optimal, terutama tulang dan kulit. Meskipun kedua jenis ikan ini kerap dikategorikan sebagai by-catch karena bukan target utama penangkapan, hasil analisis awal menunjukkan bahwa bagian tulang dan kulit ikan pelata dan puput memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, terutama protein struktural seperti kolagen. Potensi kandungan protein inilah yang menjadi dasar ilmiah pengembangan produk gelatin sebagai value added product yang aplikatif dan berkelanjutan.

Rated 5 out of 5