FPK 12 Januari 2026-Prestasi Mahasiswa
Inovasi I-BONE FPK UNAIR kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Melalui kolaborasi lintas disiplin, delegasi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) memenangkan penghargaan bergengsi pada ajang IPITEX 2026. Oleh karena itu, pencapaian ini memperkuat posisi UNAIR sebagai universitas kelas dunia. National Research Council of Thailand (NRCT) menyelenggarakan kompetisi ini di BITEC, Bangkok, pada 4-9 Januari 2026.
Tim IBONE terdiri dari Alfito Putra Ginarta (FPK), Alief Fibi Yanto (FPK), dan rekan dari fakultas lain (FST dan FTMM). Sebagai hasilnya, kolaborasi multidisiplin ini sukses membawa pulang Silver Medal. Mereka unggul pada kategori Medicine and Public Health. Selain itu, prestasi ini membuktikan bahwa riset mahasiswa kita mampu menjawab tantangan kesehatan global.
Inovasi I-BONE FPK UNAIR: Solusi Medis dari Laut
Tim memperkenalkan karya bertajuk “I-BONE: Injectable Magnesium Potassium Phosphate – Alginate Hydrogel”. Secara spesifik, riset ini menawarkan solusi material implan suntik untuk pasien osteoporosis. Produk ini mampu mempercepat pemulihan patah tulang secara signifikan. Selain itu, penggunaan alginat menunjukkan peran strategis sektor perikanan dalam dunia medis.
Tim mengekstraksi alginat dari makroalga laut. Selanjutnya, mereka mengolahnya menjadi nanocomposite hidrogel yang aman bagi tubuh. Sehubungan dengan hal tersebut, langkah ini sangat mendukung pencapaian SDG 14 (Life Below Water). Pemanfaatan sumber daya laut kini telah merambah bioteknologi kesehatan tingkat tinggi.
Persaingan Ketat di Thailand
Perjalanan kompetisi bermula pada 4 Januari 2026 saat tim menyiapkan stan di BITEC. Selanjutnya, tim menghadapi sesi penilaian ketat dari para pakar internasional. Tiga juri mengunjungi stan mereka untuk menguji presentasi dan demonstrasi produk. Meskipun demikian, seluruh anggota tim tetap menunjukkan kemampuan komunikasi yang luar biasa. Puncaknya, mereka menerima penghargaan pada malam penganugerahan tanggal 9 Januari 2026.
Alfito Putra Ginarta menyatakan bahwa kompetisi ini memberikan kesan mendalam. Oleh sebab itu, ia merasa bangga karena kolaborasi tim membuka perspektif baru. Pengalaman ini membuktikan bahwa kemauan belajar dapat mengubah keterbatasan menjadi prestasi. Selain itu, dukungan fakultas menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
Dampak Nyata Terhadap SDGs
Prestasi ini memperkuat komitmen fakultas terhadap SDG 17 (Partnerships for The Goals). Lebih lanjut, inovasi I-BONE turut mendukung SDG 13 (Climate Action). Hal ini terjadi karena tim menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan. Produk ini menggantikan material sintetik berbasis polimer fosil yang kurang lestari.
Secara tidak langsung, riset ini memberikan dampak positif pada SDG 1 dan SDG 2. Meningkatnya permintaan rumput laut akan meningkatkan kesejahteraan nelayan pesisir. Dengan demikian, inovasi I-BONE FPK UNAIR memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem.
Kunjungi laman Profil FPK UNAIR atau jelajahi Hasil Riset Mahasiswa lainnya untuk info lebih lanjut.



