Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Kuda Laut: Dari Lampung untuk Dunia

Bagikan

Kuda laut (Hippocampus kuda) kini menjadi primadona dalam perdagangan internasional. Dengan permintaan yang terus meningkat, budidaya kuda laut menjadi sangat penting untuk menjaga kelestarian spesies ini sekaligus memenuhi kebutuhan pasar. Praktek Kerja Lapang (PKL) di Balai Budidaya Laut Lampung, yang berlangsung dari 1 hingga 30 Agustus 2005, menawarkan wawasan dan keterampilan berharga dalam pembenihan kuda laut.

Peserta PKL terlibat langsung dalam pengamatan dan partisipasi aktif dalam proses pembenihan. Data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung, sementara data sekunder diperoleh melalui wawancara dan studi pustaka. Salah satu aspek penting dalam pembenihan adalah memahami perbedaan antara kuda laut jantan dan betina, di mana jantan memiliki kantung pengeraman.

Pemijahan dilakukan secara alami dengan rasio 1:1 (satu jantan untuk satu betina) menggunakan metode manipulasi lingkungan seperti menaikkan dan menurunkan permukaan air. Kelahiran juwana (anak kuda laut) biasanya terjadi pada malam hari, dengan setiap induk menghasilkan sekitar 200-600 juwana. Namun, tingkat kelangsungan hidup juwana masih rendah, yaitu hanya sekitar 20%. Ketidaksesuaian jenis, waktu pemberian pakan, ukuran pakan, serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung menjadi faktor utama tingginya angka kematian.

Dengan terus berinovasi dan mengembangkan metode budidaya, diharapkan budidaya kuda laut di Lampung dapat memenuhi permintaan global sambil menjaga kelestarian alam.

Rated 5 out of 5