Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Meningkatkan Kesehatan Ikan: Peranan Imunostimulan dalam Akuakultur Modern

Bagikan

Peranan Imunostimulan dalam Akuakultur Modern

Perkembangan industri yang luas menyebabkan kerusakan lingkungan akuatik, sehingga timbul kemerosotan kualitas air yang menjadi masalah dalam pengembangan akuakultur yang sehat.  Lingkungan akuatik yang buruk akan menjadi stressor bagi ikan jika kondisi lingkungan mendekati batas toleransi host. Interaksi yang tidak seimbang antara lingkungan akuatik, host dan patogen berpotensi terjadi penyakit di bidang akuakulur.  Pengobatan penyakit yang disebabkan bakteri dengan antibiotik dapat menghasilkan residu obat yang dapat menimbulkan masalah keamanan pangan. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat justru dapat menyebabkan beberapa mikroorganisme patogen menjadi resisten terhadap antibiotika.

 

Efek samping penggunaan antibiotika menjadi ancaman bagi manusia, sehingga  harus dikurangi bahkan dihentikan dan diganti dengan produk lain yang lebih aman dan dapat memberikan perlindungan bagi host.  Vaksin merupakan produk efektif untuk pencegahan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, namun vaksinasi hanya mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu saja tanpa mempengaruhi penyakit yang disebabkan patogen lainnya.

 

Saat ini, imunostimulan sangat diminati di bidang kesehatan, karena dapat menginduksi respon pertahanan tubuh host yang mampu memberikan perlindungan terhadap patogen tertentu.  Di bidang akuakultur, imunostimulan dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh ikan dan meningkatkan kapasitasnya agar host resisten terhadap penyakit. Ikan memiliki sistem kekebalan tubuh non spesifik dan spesifik baik humoral maupun seluler.  Komponen yang terlibat dalam kekebalan seluler pada ikan adalah sel fagosit, neutrofil, sel natural killer dan sel limfosit, sedangkan yang terlibat dalam kekebalan humoral terdiri dari lysozyme, hemolisin, molekul imunoglobulin dan komplemen.

 

Pemberian imunostimulan pada ikan dapat meningkatkan kemampuan fagositosis, stimulasi sitokin dari limfosit, koordinasi kekebalan humural dan selular, meningkatkan respon antibodi dan komplemen. Pada udang, imunostimulan dapat meningkatkan fagositosis patogen dengan mengaktifkan sel-sel fagosit dalam hemolim, sistem phenol peroksidase dan memediasi pengenalan sinyal.

 

Efisiensi imunostimulan sangat dipengaruhi oleh waktu pemberian, dosis serta cara pemberian imunostimulan.  Imunostimulan dapat diberikan secara terpisah atau bersamaan dengan vaksin. Bila diberikan sebelum vaksinasi, bertujuan agar sistem kekebalan tubuh sudah aktif dan siap terpapar oleh antigen vaksin. Dosis imunostimulan yang diberikan dapat mempengaruhi kemanjuran dan potensi imunostimulan. Pemberian imunostimulan melalui injeksi dapat menstimulasi kekebalan protektif yang memberikan manfaat pencegahan penyakit ikan dalam akuakultur.  Metode pemberian melalui oral tidak menimbulkan stres bagi ikan dan mampu meningkatkan fungsi leukosit dan proteksi terhadap penyakit infeksius seperti furunculosis, vibriosis dan streptococcosis. Metode ketiga yang juga mampu mengaktifkan fagositosis adalah pemberian melalui perendaman dengan larutan imunostimulan. Untuk menilai kategori imunostimulan yang sesuai dan dosis yang tepat untuk aplikasi dalam akuakultur perlu penelitian lebih lanjut.

 

Referensi:

Wang, W., Sun J., Liu, C., and Xue, Z., 2016. Review Article Application of immunostimulants in aquaculture: current knowledge and future perspectives. Aquaculture Research, 1-23.

 

Penulis:
Wahju Tjahjaningsih
(Departemen Kelautan)
Email: wahju.tjahjaningsih@fpk.unair.ac.id

 

Rated 5 out of 5