Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Penguatan Mutu Pendidikan Tinggi melalui Benchmarking Penjaminan Mutu Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga ke Universiti Putra Malaysia (UPM)

Bagikan

Tanggal 8-13 September 2024 telah dilakukan benchmarking penjaminan mutu oleh dua staff Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga yaitu Nina Nurmalia Dewi, S.Pi., M.Si. dan Alfi Hermawati Waskita Sari, S.Pi., M.P di Universiti Putra Malaysia (UPM) yang dilakukan dengan mengunjungi Institute of Biosains (IBS), di Fakulti Perubatan Veteriner atau Faculty of Veterinary Medicine dan Faculty of Agriculture,UPM,Malaysia dan Faculty of Food Science and Technology. Melalui benchmarking diharapkan adanya peningkatan mutu pendidikan dan penelitian serta sarana dan prasarana sebagai upaya penguatan mutu Pendidikan Tinggi di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga.

Kegiatan Benchmarking yang dilakukan oleh Tim Fakultas Perikanan dan Kelautan  di IBS, terutama pada Laboratorium Kesihatan dan Terapeutik Haiwan Akuatik (AquaHealth) dikarenakan selaras dengan bidang keilmuan yang dimiliki oleh Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan. Institute of Biosains (IBS) memiliki pengarah yakni Profesor Dr. Zunita Zakaria sedangkan untuk Laboratorium AquaHealth diketuai oleh Profesor Dr. Mohammad Noor Amal bin Azmai. Beberapa peneliti yang terlibat dalam program penelitian di Laboratorium AquaHealth antara lain Profesor Madya Dr. Ina Salwany Md. Yasin, Profesor Dr. Natrah Fatin Mohd. Ikhsan dan Profesor Madya Dr. Annas Salleh, Dr. Mohamad Aslah, Dr. Azzam. AquaHealth memiliki program riset antara lain Teknologi Vaksin Ikan dan Teraupeutik yang memiliki kegiatan penelitian; pembuatan vaksin, imunostimulan, prebiotik, probiotik dalam bidang akuakultur. Sedangkan program penelitian Pengurusan Kesihatan Haiwan Akuatik dan Diagnostik memiliki kegiatan penelitian terkait hubungan antara host, lingkungan dan patogen pada spesies ikan maupun kerang ekonomis penting dengan lingkup penelitian mengenai diagnosis penyakit maupun biosekuriti dalam upaya kelestarian akuakultur. Dalam upaya menunjang beberapa program penelitian tersebut, IBS memiliki beberapa laboratorium khusus antara lain; Laboratorium Bioassay, Quorum sensing, Bakteriologi, Laboratorium molekular. Selain itu, IBS juga memiliki Fish Hatchery Unit, Laboratorium outdoor yang didalamnya terdapat Laboratorium Aquatic Infection Disease, Fish and Shellfish Breeding Area.

Tim Benchmarking Penjaminan Mutu FPK Unair juga melakukan studi banding di Makmal Histopatologi, Fakulti Perubatan Veteriner atau Faculty of Veterinary Medicine, UPM. Sarana dan prasarana yang terdapat dalam Makmal histopatologi sudah sangat lengkap dan terbarukan didukung dengan penerapan SOP yang jelas sehingga memudahkan proses pengujian maupun kegiatan penelitian yang dilakukan di laboratorium tersebut. Selain itu, Tim Benchmarking Penjaminan Mutu FPK Unair juga diberikan kesempatan untuk ikut mencoba membuat preparat histologi didampingi oleh Puan Latifah dan mendapat kesempatan sharing session terkait pembacaan preparate histologi dengan Profesor Madya Dr. Annas Salleh.

Benchmarking di Faculty of Agriculture dilakukan dengan berdiskusi beliau dengan Prof Muta Harah Binti Zakaria, staff Department of Aquaculture, Faculty of Agriculture mengenai sistem penjaminan mutu di UPM. Selain itu, beliau juga pernah terlibat di Centre for Academic Development (CADe), Universiti Putra Malaysia dan Centre For Quality Assurance (CQA) UPM. Badan yang menangani akreditasi program studi di Malaysia disebut MQA (Malaysian Qualifications Agency (MQA). Sedangkan di tingkat universitas di UPM, badan yang menaungi tentang penjaminan mutu yaitu CQA (Centre For Quality Assurance). Di Malaysia, durasi akreditasi program studi sama dengan di Indonesia yaitu berlaku selama 5 tahun. Saat ini kurikulum yang berlaku di UPM sudah berbasis OBE (Outcome Based Education) atau metode pembelajaran yang memiliki fokus pada luaran atau capaian pembelajaran. Kurikulum berbasis OBE ini perlu dianalisis melalui analisis PEO (Program Educational Objectives) atau yang dikenal dengan profil lulusan. Analisis PEO/profil lulusan ini dianalisis setiap 3-5 tahun kelulusan yang bisa dianalisis melalui data Tracer study.

Analisis PEO (Program Educational Objectives)  dilakukan oleh setiap fakultas dalam hal ini oleh Dekan yang umumnya diturunkan kepada Wakil Dekan bidang Akademik dan Alumni dan juga Ketua Departemen/Koordinator Program Studi. Dalam penentuan PEO/profil lulusan setiap program studi, sebaiknya antar prodi dalam satu fakultas memiliki PEO yang berbeda agar meminimalisir tumpang tindih dan persaingan ketika mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Dari profil lulusan kemudian dibentuklah PLO (Program Learning Outcome) atau yang dikenal dengan CPL (capaian pembelajaran lulusan), yang mana CPL ini dianalisis setiap semester mulai tahun 1 sampai tahun ke 4. Selanjutnya dalam proses penilaian untuk setiap mata kuliah dibuat komponen-komponen parameter penilaian yang harus menyesuiakan dengan PLO. Contoh : PLO 1 (Knowledge) diukur melalui UTS (20%), UAS (20%); PLO 2 (Cognitive skill) diukur melalui Tugas (30%); PLO 3 (Practical skill) diukur melalui Ujian praktikum (30%). Saat ini dalam menghitung analisis ketercapaian PLO di Universiti Putra Malaysia sudah menggunakan software atau apliksi digital sehingga memudahkan team teaching dalam melakukan analisis. Analisis PLO setiap mata kuliah ini harus secara rutin dianalisis setiap semester untuk melihat quality improvement.

Selain itu juga dilakukan kunjungan ke Faculty of Food Science and Technology dan berdiskusi dengan Prof Dr Faridah Abas, Ph.D. FRSC dan  Prof. Madya Yaya Rukayadi terkait peluang kerjasama  dengan FPK Unair ke depannya seperti guest lecture, keynote speaker INCOFIMS maupun INCOBIFS yang secara rutin dilaksanakan oleh FPK Unair, maupun mencari peluang studi lanjut bagi dosen FPK Hal ini  dalam rangka peningkatan performa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.

Tim Benchmarking juga berkesempatan mengunjungi pameran agriculture terbesar di dunia di Malaysia yakni MAHA (Malaysia Agriculture, Hortikulture, Agrotourism Show). MAHA merupakan pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah Malaysia yang didalamnya banyak sekali menampilkan produk-produk pertanian termasuk perikanan. Dalam bidang perikanan terdapat berbagai komoditas budidaya termasuk ikan, kekerangan dan juga udang vannamei dengan teknologi budidaya RAS yang harapannya menjadi masukan bagi peningkatan sarana dan prasarana di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Berikut beberapa dokumentasi terkait kegiatan benchmarking penjaminan mutu di UPM Malaysia.

Rated 5 out of 5