Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Potensi Budidaya Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii)

Bagikan

Salah satu sumberdaya perikanan yang berpotensi untuk dikembangkan adalah udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Udang ini memiliki harga ekonomis dan termasuk udang terbesar jika dibandingkan dengan udang lain. Udang galah hidup pada dua habitat selama hidupnya, pada stadia larva hidup di air payau dan kembali ke air tawar pada stadia benih, pendederan hingga dewasa. Udang galah memiliki kebiasaan bermigrasi untuk melakukan perkembangbiakan. Betina yang mengalami matang gonad akan bermigrasi ke hilir ke muara, di mana telur menetas sebagai larva berenang bebas di air payau. 

Sebagai salah satu spesies yang berpotensi untuk dikomersialkan, udang galah memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, ukuran yang besar, tingkat prevalensi penyakit yang rendah, dan permintaan pasar yang luas, baik pasar domestik maupun ekspor. Untuk mencapai hasil produksi dalam usaha pembesaran, penggunaan benih yang cukup umur merupakan hal yang penting. Benih yang dimaksud adalah benih hasil pendederan selama 30-60 hari (Ukuran 1-5 gram). Tapi tahukah kamu alasan dibalik hal tersebut? alasannya adalah karena benih dengan ukuran tersebut akan lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, serta lebih memiliki kemampuan menghindar dari predator dibandingkan benih dengan ukuran yang lebih kecil (PL ± 15 ). Benih yang digunakan juga harus seragam agar tidak terjadi kanibalisme serta persaingan dalam memperoleh makna. selain kualitas benih, manajemen pakan serta monitoring hama dan penyakit udang juga penting dilakukan untuk mendapatkan hasil budidaya yang maksmial. Survival rate dan FCR selama proses budidaya juga perlu dilakukan.

Penulis: Hanggo Pambudi Seta

Rated 5 out of 5