Surabaya — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR). Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.P. berhasil meraih pendanaan riset dari organisasi konservasi internasional berbasis di Inggris, Synchronicity Earth, untuk ketiga kalinya. Capaian ini menunjukkan konsistensi dan rekam jejak akademik yang kuat dalam bidang konservasi sumber daya perairan, khususnya ekosistem rawa gambut. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung penelitian bertajuk konservasi ikan rawa gambut di Bintan, yang berfokus pada upaya pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.
Pendanaan ini diperoleh melalui jejaring akademik dan profesional yang telah dibangun Dr. Veryl selama ini. Informasi mengenai peluang riset didapatkan dari kolega yang memiliki bidang penelitian serupa, menunjukkan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dalam dunia akademik. Penelitian ini tidak dilakukan secara individu, melainkan melibatkan berbagai mitra strategis dari dalam dan luar negeri, di antaranya University of Leeds (Inggris), National University of Singapore, Natural History Museum of Singapore, Universitas Bangka Belitung, Universitas Maritim Raja Ali Haji, serta sejumlah organisasi non-pemerintah dan perusahaan lokal hingga internasional. Kolaborasi lintas institusi ini menjadi bukti nyata penguatan kemitraan global dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan implementasinya di lapangan.
Riset yang akan dilakukan berfokus pada konservasi ikan yang hidup di ekosistem rawa gambut, yang dikenal memiliki keunikan biodiversitas sekaligus rentan terhadap tekanan lingkungan. Ekosistem ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk sebagai penyimpan karbon dan habitat spesies endemik. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui pendekatan berbasis solusi. Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi, serta pengembangan strategi pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan berbasis data ilmiah.
Upaya ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung perlindungan ekosistem perairan darat (SDG 15) dan ekosistem perairan (SDG 14), serta memperkuat kemitraan global dalam riset dan inovasi (SDG 17). Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian (SDG 4), karena melibatkan kolaborasi akademik internasional serta membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan riset berskala global.
Dalam wawancaranya, Dr. Veryl Hasan juga memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa dan peneliti muda. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menekuni satu bidang keilmuan secara mendalam. Menurutnya, fokus pada bidang spesifik akan membantu membangun kredibilitas dan kepercayaan, baik di kalangan akademisi, masyarakat, maupun lembaga donor internasional. “Konsisten dalam satu bidang spesifik itu harus. Dengan bidang yang spesifik, kita dapat membangun citra kita hingga mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi FPK UNAIR dalam menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi sivitas akademika untuk terus berinovasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta berkontribusi dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan ilmiah yang berkelanjutan.
Penulis : FBM
Pennyunting : TPA











