Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

TROFIA 2026 FPK UNAIR Perkuat Kolaborasi Internasional Akuakultur Tropis

Bagikan

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menyelenggarakan Tropical Fisheries and Aquaculture (TROFIA) 2026 pada 4–8 Mei 2026 di Kampus Universitas Airlangga, Surabaya. Program inbound ini dirancang sebagai wadah pembelajaran akademik internasional yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara untuk mendalami perikanan dan akuakultur tropis berkelanjutan sekaligus membangun jejaring kolaborasi regional.

TROFIA 2026 diikuti oleh mahasiswa dari Malaysia, Thailand, dan Filipina. Peserta dari Malaysia berasal dari Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, serta Universiti Malaysia Terengganu. Thailand diwakili oleh Kasetsart University, sedangkan Filipina diwakili oleh Visayas State University. Partisipasi lintas negara ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara, khususnya di bidang perikanan dan akuakultur tropis.

Opening Ceremony dan Komitmen Kolaboratif

Program secara resmi dibuka melalui Opening Ceremony yang menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan akademik dan interaksi lintas budaya. Dalam sambutannya, Wakil Dekan FPK UNAIR, Annur Ahadi Abdillah, S.Pi., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa dan dosen internasional yang berpartisipasi dalam TROFIA 2026. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga ruang strategis untuk membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan global di sektor perikanan dan akuakultur memerlukan sinergi antarperguruan tinggi, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kemitraan internasional. Melalui TROFIA, FPK UNAIR berupaya memperluas jejaring kerja sama sekaligus meningkatkan kualitas interaksi akademik di tingkat regional.

Rangkaian Sesi Akademik Hari Pertama

Rangkaian kegiatan akademik diawali dengan sesi pengenalan Universitas Airlangga dan Fakultas Perikanan dan Kelautan yang disampaikan oleh Dwi Yuli Pujiastuti. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai profil institusi, program studi, fasilitas laboratorium, serta peluang kolaborasi riset dan program internasional yang tersedia di FPK UNAIR. Pengenalan ini menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman bersama mengenai potensi kerja sama akademik di masa mendatang.

Selanjutnya, peserta mengikuti kuliah bertajuk “Structural Adaptation of a Cold-Active Alpha-Galactosidase from Glaciozyma antarctica PI12: Implications for Tropical Aquaculture Biotechnology” yang disampaikan oleh Dr. Shuhaila Mat Sharani dari Universiti Sains Malaysia. Sebagai akademisi dan peneliti di bidang bioteknologi molekuler dan enzimologi, ia memaparkan riset terkait adaptasi struktural enzim serta potensi aplikasinya dalam pengembangan inovasi akuakultur tropis. Materi ini memperkaya wawasan peserta mengenai kontribusi riset lintas negara dalam mendukung pengembangan teknologi budidaya.

Rangkaian kuliah dilanjutkan dengan materi “Biofloc System Without Cultured Organism: Fundamentals and Applications” oleh Dr. Arif Azizi Bin Che Harun dari Universiti Teknologi MARA. Sebagai akademisi yang menekuni sistem budidaya dan manajemen kualitas air, ia menjelaskan prinsip dasar sistem bioflok dan aplikasinya dalam meningkatkan efisiensi produksi serta stabilitas lingkungan budidaya. Paparan tersebut menegaskan pentingnya inovasi berbasis riset sebagai landasan kolaborasi akademik internasional. rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Faculty and University Tour yang bertujuan memperkenalkan lingkungan akademik dan fasilitas penunjang pembelajaran di Universitas Airlangga. Dalam kegiatan tersebut, peserta TROFIA diajak berkeliling Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga untuk melihat berbagai fasilitas akademik dan laboratorium yang mendukung kegiatan pendidikan serta riset di bidang perikanan dan kelautan. Peserta mengunjungi laboratorium bioteknologi, laboratorium anatomi dan budidaya, area kolam aquaponik, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang menjadi sarana pengembangan pembelajaran praktis mahasiswa FPK UNAIR. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Gedung Rektorat Universitas Airlangga yang berada di pusat Kampus C sebagai bagian dari pengenalan lingkungan kampus dan identitas institusi kepada peserta internasional TROFIA 2026. 

Implementasi SDGs 17: Partnerships for The Goals

Pelaksanaan TROFIA 2026 secara nyata merefleksikan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 17, yaitu Partnerships for The Goals. Program ini menjadi platform yang mempertemukan institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi riset dan pertukaran mahasiswa.

Melalui interaksi akademik, diskusi ilmiah, dan kegiatan bersama, TROFIA 2026 memperkuat fondasi kemitraan strategis antaruniversitas di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan jangka pendek, tetapi berlanjut dalam bentuk penelitian bersama, publikasi kolaboratif, serta pengembangan program akademik lintas negara.

Dengan terselenggaranya TROFIA 2026, FPK UNAIR kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang aktif membangun kemitraan global dan mendorong kolaborasi berkelanjutan di bidang perikanan dan akuakultur tropis. Program ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan jejaring internasional merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas dampak akademik di tingkat regional dan global.

 

Penulis : Alejandro Ahmad Zuhayr

Editor : TPA

Rated 5 out of 5