Surabaya, 22 Oktober 2025 – Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar acara seminar nasional dengan tema “Muda, Berdampak, Berkelanjutan: Jejak Baik dari Kampus untuk Perikanan dan Kelautan Indonesia”. Kegiatan yang berlangsung Rabu ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, praktisi, dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Hang Tuah Surabaya, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Dr. Soetomo Surabaya dan Universitas Negeri Surabaya.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang diskusi tentang tantangan dan peluang di bidang perikanan dan kelautan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat inovasi dan semangat muda dalam membangun masa depan perikanan Indonesia. Tiga pemateri utama yang diundang adalah Rizhar Eman Karunia Akbar, S.Pi., M.Si, pendiri Fishantren, dan Khusnul Habibi, S.Pi, General Manager Fish Operation PT. Kaia Anugerah Indonesia, dan Muhammad Hanif Azhar, S.Pi., M.Si., Ph.D.
Rizhar Eman Karunia Akbar berbagi cerita perjalanan membangun Fishantren, sebuah program pendidikan berbasis pesantren yang bertujuan membangun generasi muda yang paham teknologi perikanan. Ia menyatakan bahwa Fishantren bukan hanya berorientasi sosial, tetapi juga strategi bisnis berkelanjutan. Dengan inovasi seperti pengembangan bioflok dan teknologi Internet of Things (IoT), Fishantren mampu mengubah santri menjadi pelaku industri perikanan yang inovatif dan mandiri. “Ini merupakan model yang menggabungkan keilmuan dan sosial sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Khusnul Habibi menekankan pentingnya membangun ekonomi biru. “Bukan sekadar menangkap ikan, tetapi menciptakan industri perikanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kita harus mampu menjaga ekosistem laut sekaligus membuka peluang kerja baru, sehingga ekonomi kelautan bisa berkembang tanpa merusak keberlanjutan,” katanya.
Selain sesi utama, seminar ini juga menghadirkan forum ilmiah yang diikuti oleh calon peneliti muda dari berbagai kelompok mahasiswa dan komunitas di bidang perikanan dan kelautan seperti PKM-PM BANDALA, Himpunan Mahasiswa Akuakultur, dan Fisheries Processing Club. Mereka mempresentasikan berbagai inovasi, hasil riset, serta program pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan pembangunan perikanan nasional. Forum ini dibuka dengan presentasi oleh Moch Saad, S.Pi., M.Si Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Rizky Dwi Putri, SE. M.Pd., Ph. D dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang.
Seminar ini menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menginisiasi perubahan positif di bidang perikanan dan kelautan Indonesia. Melalui inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan, harapan untuk masa depan perikanan Indonesia yang lebih baik semakin nyata. Semoga kegiatan ini mampu menjadi langkah awal yang penuh inspirasi untuk membangun perikanan nasional yang maju dan berkelanjutan.



