Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

CACING INSANG Pyragraphorus hollisae PADA IKAN BAWAL BINTANG Di PERAIRAN TELUK LAMPUNG, PERTAMA KALI DILAPORKAN DI INDONESIA

Bagikan

Ikan Bawal Bintang  (Trachinotus blochii) adalah komoditas perikanan laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi, pertumbuhannya cepat dan mudah beradaptasi dengan lingkungan budidaya. Pada umumnya budidaya ikan bawal bintang dilakukan di keramba jaring apung.

Budidaya ikan bawal bintang tidak lepas dari masalah penyakit, salah satu penyebab penyakit adalah parasit. Cacing insang ini dapat menyebabkan populasi ikan menurun dengan menurunkan berat ikan sehingga berdampak pada produktivitas budidaya.

Cacing tersebut berdasarkan morfologinya memiliki ukuran panjang 1,1 – 1,4 mm dan lebar 0,3-0,5 mm dengan panjang haptor 1mm.  Bentuk tubuh cacing tersebut  pipih dorso ventral. Di  anterior tubuh bagian ventral, terdapat alat pengisap mulut yang terbuka. Di bagian posterior tubuhnya, dilengkapi dengan  haptor yang bentuknya asimetris dan terdapat dua buah penjepit disebut clamp anterior dan clamp posterior. Cacing tersebut dalam klasifikasinya termasuk filum Platyhelminthes, kelas Trematoda, Sub kelas Monogenea, ordo Polyphistocotylea, famili Pyragraphoridae, Genus Pyragraphorus dan spesies Pyragraphorus hollisae. Pada tingkatan infestasi yang berat dari cacing tersebut dapat menyebabkan kegagalan pernafasan dan dapat berakibat kematian. Cacing Pyragraphorus hollisae dalam siklus hidupnya secara langsung (direct cycle), sehingga penularannya secara langsung dari ikan yang sakit menulari ikan yang sehat dengan cara stadium larva onchomiracidium yang infektif menempel pada ikan yang sehat dan menyerang insang sehingga dapat mengakibatkan lamela insang mengalami perlekatan satu dengan yang lain sehingga berakibat sesak nafas.

Kejadian infestasi cacing Pyragraphorus hollisae  pada ikan bawal bintang yang ditemukan di perairan teluk Lampung pertama kali  dilaporkan di Indonesia pada tahun 2019. Cacing insang yang lain yang menyerang pada ikan bawal bintang dan ikan laut lainnya di perairan Indonesia yang telah ditemukan adalah Haliotrema epenepheli, Pseudorhabdosynochus spp., Diplectanum spp. dan Dactylogyrus spp.

Gambar Morfologi cacing Pyragraphorus hollisae dengan skala bar 100 µm. Keterangan  gambar: a) Pewarnaan Semichoen-Acetic Carmine cacing Pyragraphorus hollisae  dengan menggunakan mikroskop binokular dengan skala bar 100 µm. h = haptor; b) Scanning Electron Microscope cacing Pyragraphorus hollisae dengan skala bar 100 µm.h = haptor

Pengendalian penyakit cacing insang tersebut dilakukan dengan membersihkan keramba jarring apung secara teratur karena keramba jaring apung yang kotor memudahkan larva cacing infektif menempel pada jaring keramba apung dan selanjutnya menginfestasi ikan secara langsung.

 

Penulis
Sri Subekti
Departemen Kelautan
Email:

Rated 5 out of 5