Close
Pendaftaran
FPK UNAIR
  • English
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Palung Mariana dan 7 Hewan Penghuni Setia

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Palung Mariana dan 7 Hewan Penghuni Setia

Bagikan

Semua orang pasti pernah mendengar palung terdalam yang ada di muka bumi. Menurut data yang telah dikumpulkan oleh idntimes.com (2020) menyebutkan bahwa ada 8 cekungan Eurasia, Lubang Molloy, Palung Diamantina, Palung Sandwitch Selatan, Palung Puerto Rico, Palung Filipina, Palung Tonga, dan Palung Mariana. Palung Mariana merupakan salah satu palung yang terkenal karena kedalamannya yang membelah dasar bumi. Berlokasi di Pasifik Barat timur dari Filipina, memiliki panjang 1,500 mil (2,550 km) dan rata-rata lebar 43 mil (69 km), jaraknya dari lautan ke palung terdalam yaitu mendekati 7 mil (11 km) (National Geographic, 2020). Lalu, apa saja 7 ikan penghuni setia di Palung Mariana? Mari kita simak bersama, menurut sumber dari IDN TIMES berikut ini.

1. Dumbo octopus (Grimpoteuthis sp.)
Hewan ini jika diperhatikan dengan baik maka akan mirip dengan hewan yang memiliki telinga di sisi dekat chepal-nya. Bagian tubuh yang menyerupai daun telinga itu adalah merupakan sirip dari gurita ini. Tidak seperti gurita yang lain, Dumbo octopus ini memiliki tentakel pendek melingkar. Berukuran 30 sentimeter dan biasa hidup di kedalaman 3.962 meter dalam Palung Mariana.

Dumbo Octopus (Grimpoteuthis sp.) (Sumber: nationalgeographic.com)

2. Benthocodon
Benthocodon merupakan bagian dari spesies ubur-ubur yang biasa hidup di kedalaman 762 meter atau di sekitar dasar laut. Ukuran tubuhnya tergolong mini, yaitu mulai dari diameter 2 hingga 3 sentimeter. Tubuhnya transparan sehingga bisa diamati dengan jelas hingga organ dalamnya.

Benthocodon (Sumber: idntimes.com)

3. Goblin Shark (Mitsukurina owstoni)
Jika diamati baik-baik, hewan penghuni Palung Mariana yang satu ini terlihat menyeramkan daripada ikan hiu yang lain. Mulai dari gigi tajamnya, dahi yang menonjol, merupakan perenang cepat, dan tempat tinggalnya biasa di tempat yang gelap di Palung Mariana. Panjangnya juga bisa mencapai 5,5 meter.

Goblin Shark (Sumber: nationalgeographic.com)

4. Ikan Berkepala Transparan (Macropinna microstoma)
Biasa disebut dengan barreleye fish. Pada bagian kepalanya benar-benar transparan dan memancarkan cahaya yang sangat membantu saat berenang di tengah kegelapan Palung Mariana.

Macropinna microstoma (Sumber: nationalgeographic.com)

5. Telescope octopus (Amphitretus pelagicus)
Gurita teleskop ini, menurut data dari Interesting Engineering menyebutkan bahwa gurita tersebut biasa ditemukan di kedalaman laut 1.981 meter. Hewan ini  memiliki cara berenang yang unik, yaitu berenang secara vertikal, dari atas ke bawah atau sebaliknya. Hal tersebut merupakan caranya bertahan hidup agar predator tidak mudah memangsanya.

Amphitretus pelagicus (Sumber: octolab.tv)

6. Frilled Shark (Chlamydoselachus anguineus)
Ikan ini memiliki insang yang jumlahnya mencapai enam hingga tujuh pasang. Hewan ini tergolong hewan purba, sekitar sejak 80 juta tahun yang lalu. Ukuran tubuhnya sepanjang 1,8 meter dan memiliki 20 baris gigi yang tajam seperti gergaji. Ikan ini biasa hidup di Palung Mariana pada kedalaman 1.219 meter.

Chlamydoselachus anguineus (Sumber: nationalgeographic.com)

7. Seadevil anglerfish (Melanocetus)
Ikan ini memiliki gigi yang tajam, panjang, dan mencuat ke luar. Rupanya yang mengerikan pernah muncul di film animasi Finding Nemo. Karakteristik unik dari ikan ini yaitu ada pada lampu yang menggantung di atas kepalanya. Lampu tersebut berguna untuk memudahkan anglerfish untuk memancing mangsa agar mendekat lalu dengan mudah ia mangsa.

Anglerfish (Sumber: nationalgeographic.com)

DAFTAR PUSTAKA

Namira, Izza. 2021. 7 Hewan Mengerikan yang Hidup di Palung Mariana, Area Terdalam Bumi: Science. IDN TIMES. idntimes.com/science/discovery/amp/izza-namira-1/kumpulan-hewan-mengerikan-yang-tinggal-di-palung-mariana-area-terdalam-bumi/. Diakses pada 20/3/2021

National Geographic. 2020. James Cameron’s Deepsea 3D Challenge. deepseachallenge.com/the-expedition/mariana-trench/. Diakses pada 20/03/2021

 

Penulis : Dhea Meidiana (Akuakultur, 2017)

Editor  : Denya Safa Fitri Syahira (Akuakultur, 2020)

5/5