Bila berbicara makanan, tak lengkap rasanya apabila melewatkan makanan yang satu ini : Seafood!
Berbagai jenis ikan laut dan macam-macam olahannya membuat makanan ini menjadi favorit banyak orang. Terlebih lagi Indonesia memiliki banyak sekali ragam masakan nusantara berbahan dasar olahan ikan laut, mulai dari kerupuk amplang, pempek hingga sup kepala ikan.
Namun bagi sebagian orang, mengonsumsi olahan laut bisa menimbulkan gatal-gatal pada tubuh. Reaksi ini merupakan alergi yang timbul beberapa lama setelah makan olahan laut. Pada beberapa orang, hanya ikan atau olahan laut tertentu yang dapat menyebabkan reaki alergi tersebut. Pada sebagian yang lain, semua olahan ikan laut dapat menyebabkan reaksi alergi. Bahkan, sebagian orang lain juga merasakan reaksi alergi setelah mengonsumsi ikan air tawar.
Alergi merupakan suatu kelainan sistem imun yang menganggap protein ikan adalah zat berbahaya. Hal ini menyebabkan tubuh akan memproduksi antibodi tipe E (IgE) yang akan menempel pada sel biang (mastosit). Sel biang ini kan mengeluarkan histamin dan senyawa-senyawa kimia lainnya apabila IgE mengikat protein alergenik dari ikan dan menyebabkan gejala alergi. Contoh protein yang dapat menyebabkan reaksi alergi adalah protein otot parvalbumin, oleh tropomiosin, aldolase, enolase dan kolagen.
Reaksi alergi yang muncul biasanya gatal-gatal pada tubuh, gatal pada langit-langit mulut, bibir, diare, bahkan sesak napas. Dikutip dari Alodokter, reaksi alergi bahkan dapat muncul hanya dengan bersentuhan dengan pemicu alergi.
Pertama, harus dipastikan lebih dahulu apakah reaksi tersebut benar-benar alergi akibat konsumsi ikan. Caranya adalah mengingat dan mencatat makanan yang kamu makan sebelumnya ketika reaksi alergi tersebut muncul, Untuk memastikannya, kamu dapat memeriksakan diri ke dokter.
Kedua, apabila terkonfirmasi alergi ikan atau olahan laut lain, maka konsumsi makanan tersebut perlu dihindari. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya reaksi alergi berat yang dapat membahayakan.
Ketiga, pengolahan ikan perlu dilakukan dengan baik dan benar. Hal yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi surimi karena surimi dapat menghilangkan protein sarkoplasmik penyebab alergi.
Terakhir adalah memilih dan hanya mengonsumsi ikan atau olahan laut lain dalam kondisi segar. Pada beberapa kasus, reaksi alergi dipicu akibat buruknya kualitas ikan yang ada. Hal ini dapat memicu timbulnya bakteri dan ikut masuk ke dalam tubuh.
Sumber :
Nugraha, R., Pamingkas, I.D., Pertiwi, R.M., et al .2020. Penurunan Kandungan Protein Penyebab Alergi pada Proses Pembuatan Surimi Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 23(3): 558-565. https://doi.org/10.17844/jphpi.v23i3.33639
https://www.alodokter.com/seputar-alergi-protein-yang-perlu-anda-ketahui. Diakses pada 31/07/2021
Penulis: Esza Rezky Amaliandini
Editor: Ayu Lana Nafisyah



