Prakata
Dekan
Selamat datang di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga — tempat ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi bergerak menuju masa depan.
Laut Indonesia adalah ruang masa depan.
Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17.500 pulau, garis pantai sekitar 108.000 kilometer, dan wilayah perairan laut mencapai sekitar 6,4 juta kilometer persegi.
Laut bahkan mencakup sekitar 77% wilayah Indonesia. Besarnya ruang dan kekayaan sumber daya tersebut menempatkan perikanan dan kelautan bukan sekadar sebagai salah satu sektor pembangunan, tetapi sebagai bagian penting dari masa depan pangan, ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tanggung jawab besar bagi pendidikan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan sektor perikanan dan kelautan.
Besarnya Potensi,
Besarnya Tanggung Jawab
Transformasi sektor perikanan dan kelautan berlangsung semakin cepat, baik di Indonesia maupun di tingkat global.
Akuakultur dan Sistem Pangan Akuatik
Di tingkat global, transformasi sektor perikanan dan kelautan berlangsung sangat cepat. FAO mencatat produksi perikanan dan akuakultur dunia mencapai 223,2 juta ton pada 2022.
Untuk pertama kalinya, produksi hewan akuatik dari akuakultur melampaui perikanan tangkap. Perubahan ini menunjukkan semakin pentingnya inovasi teknologi, pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, serta pengembangan sistem pangan akuatik yang berkelanjutan.
Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengambil peran dalam transformasi tersebut. Potensi lahan perikanan budidaya Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 17,8 juta hektare, sementara berbagai sumber daya pesisir dan laut membuka peluang pengembangan pangan, bioteknologi, industri, konservasi, energi, pariwisata, hingga ekonomi biru.
Mengubah Potensi Menjadi Dampak
Besarnya potensi tidak secara otomatis menghasilkan kesejahteraan. Diperlukan sumber daya manusia yang mampu mengubah pengetahuan menjadi inovasi, data menjadi keputusan, teknologi menjadi solusi, serta potensi sumber daya menjadi manfaat yang berkelanjutan.
Pendidikan
Membentuk insan yang mampu membaca perubahan dan memiliki kompetensi untuk menghadapi masa depan perikanan dan kelautan.
Penelitian
Menghasilkan pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang relevan dengan persoalan nyata masyarakat.
Inovasi
Mendorong lahirnya solusi baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi sektor perikanan dan kelautan.
Kolaborasi
Memperluas dampak melalui kerja sama dengan masyarakat, industri, pemerintah, dan komunitas pesisir.
Ilmu Pengetahuan Harus Memberikan Dampak
Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) hadir untuk mengambil bagian dalam menjawab tantangan tersebut. Kami membangun lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan untuk terus belajar, berkolaborasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kami percaya bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas dan laboratorium. Pendidikan harus melahirkan insan yang mampu membaca perubahan; penelitian harus menghasilkan pengetahuan dan teknologi yang relevan; inovasi harus menjawab persoalan nyata; dan kolaborasi harus memperluas dampak bagi masyarakat, industri, pemerintah, serta komunitas pesisir.
Karena itu, FPK UNAIR terus memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, serta jejaring kolaborasi nasional dan internasional.
“Fisheries and Marine:
Frontier for the Future
”
Sebuah semangat untuk berada di garis depan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi perikanan dan kelautan, sekaligus membuka frontier baru bagi Indonesia dan dunia.
Universitas Airlangga
Universitas Airlangga
Membangun Masa Depan dari Laut
Mari bersama-sama menjadikan perikanan dan kelautan sebagai kekuatan untuk membangun masa depan yang inovatif, berkelanjutan, inklusif, dan berdampak.