FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Lomba Mancing Lele Jadi Daya Tarik Puncak Dies Natalis ke-18 FPK UNAIR

3 minutes read
29 Views count

Surabaya – Lomba mancing lele menjadi salah satu kegiatan yang memeriahkan puncak peringatan Dies Natalis Ke-18 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) pada Minggu (26/7/2026). Bertempat di area kolam FPK UNAIR, perlombaan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, masyarakat umum, hingga komunitas pemancing. Kehadiran peserta dari berbagai kalangan menjadikan kegiatan ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat.

Sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis, lomba mancing dirancang untuk menghadirkan suasana yang lebih inklusif sekaligus memperkenalkan FPK UNAIR kepada masyarakat melalui kegiatan yang dekat dengan dunia perikanan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Mereka datang dengan semangat untuk mengikuti perlombaan sekaligus menikmati suasana kebersamaan yang menjadi ciri khas perayaan Dies Natalis tahun ini.

Kompetisi Penuh Sportivitas dan Kebersamaan

Dalam perlombaan tersebut, panitia menggunakan ikan lele sebagai komoditas utama yang diperlombakan. Sejak peluit tanda dimulainya lomba dibunyikan, para peserta berlomba memperoleh hasil tangkapan terbaik dengan tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia. Suasana kompetisi berlangsung meriah, diwarnai sorak sorai peserta dan penonton yang memberikan dukungan kepada para pemancing.

Meski berlangsung kompetitif, seluruh peserta tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Momen saling berbagi pengalaman memancing, berdiskusi mengenai teknik, hingga memberikan semangat kepada sesama peserta menciptakan atmosfer yang hangat sepanjang perlombaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah membangun interaksi positif di lingkungan kampus.

Moch. Farudin, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan angkatan 2022 sekaligus peserta lomba, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai latar belakang memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan perlombaan pada umumnya.

“Saya senang bisa mengikuti lomba ini karena pesertanya berasal dari berbagai kalangan. Kami bisa berkompetisi dengan masyarakat dan komunitas pemancing. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa FPK UNAIR terbuka bagi masyarakat dan mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menghibur,” ujarnya.

Farudin berharap lomba mancing dapat terus menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis FPK UNAIR pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan Fakultas Perikanan dan Kelautan kepada masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap sektor perikanan sekaligus memperkuat hubungan antara sivitas akademika dan masyarakat umum.

Kolaborasi Kampus dan Masyarakat

Penyelenggaraan lomba mancing turut mendapat dukungan dari Bandung Fishing sebagai sponsor kegiatan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan hadiah utama berupa satu set perlengkapan memancing bagi pemenang. Keterlibatan sponsor menjadi bentuk partisipasi komunitas dan pelaku usaha dalam menyukseskan rangkaian Dies Natalis Ke-18 FPK UNAIR.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kegiatan kampus dapat menjadi ruang sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat. Selain menghadirkan hiburan yang edukatif, lomba mancing juga memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan masyarakat yang memiliki minat terhadap bidang perikanan. Melalui kegiatan seperti ini, FPK UNAIR dapat memperkenalkan bidang perikanan dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah diterima oleh masyarakat luas.

Pelaksanaan lomba mancing lele juga sejalan dengan semangat Dies Natalis Ke-18 FPK UNAIR yang mengedepankan kolaborasi, kebersamaan, dan keterlibatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR berharap Dies Natalis tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan fakultas, tetapi juga menjadi sarana memperluas kolaborasi, mempererat hubungan dengan masyarakat, serta menumbuhkan minat terhadap sektor perikanan. Kehadiran berbagai peserta dari latar belakang yang beragam menjadi bukti bahwa kampus mampu menjadi ruang interaksi yang terbuka, inklusif, dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.

Penulis: Farrel Bhanu Mahardhika

Penyunting : TPA

Rated 5 out of 5