FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

Academic Travelling FPK UNAIR : Prof. Dr. A. Shofy Mubarak, S.Pi., M.Si.

Academic Travelling FPK UNAIR Pertemukan Beragam Riset Perikanan

3 minutes read
29 Views count

SURABAYA – Berbagai penelitian perikanan dan kelautan bertemu dalam satu ruang akademik melalui Academic Travelling. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Seminar Nasional Bioteknologi Perikanan dan Kelautan X Airlangga Maritime Week (AMW) 2026 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR).

Academic Travelling mempertemukan mahasiswa dan dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Peserta berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), dan UNAIR.

Para mahasiswa program magister mempresentasikan hasil penelitian tesis maupun riset yang tengah mereka kembangkan. Forum ini juga membuka ruang bagi peserta untuk bertukar gagasan dan memperoleh masukan dari akademisi lintas perguruan tinggi.

Beragam Riset dalam Satu Ruang Akademik

Presentasi dalam Academic Travelling mencakup berbagai bidang. Beberapa di antaranya yaitu Bioteknologi Perikanan, Ilmu Perikanan, Budidaya Perairan, dan Manajemen Sumberdaya Perairan.

Keragaman bidang tersebut menunjukkan luasnya kajian dalam ilmu perikanan dan kelautan. Para peserta mengangkat isu sosial-ekonomi, pemanfaatan hasil samping, kesehatan ikan, teknologi pangan, mikroalga, hingga kualitas lingkungan perairan.

Beberapa penelitian membahas Social Impact Assessment: Penilaian Dimensi Sosial Ekonomi di Pelabuhan Perikanan Untia, Kota Makassar. Topik lain mengkaji Pemanfaatan Hasil Samping Arthrospira platensis Sebagai Sumber Antioksidan dan Valorization of Mud Crab Shell Waste as a Natural Source of Carotenoids and Antioxidants.

Penelitian lain mengangkat Water-Soluble Chitosan from Mud Crab (Scylla paramamosain) and Its Antimicrobial Activity. Peserta juga mempresentasikan rekayasa nanovaksin berbasis Chlorella vulgaris dan respons ikan terhadap paparan oksitetrasiklin.

Kajian mikroalga turut hadir melalui penelitian mengenai isolasi dan karakterisasi Navicula sp. dari Kalimantan Timur. Sementara itu, perspektif lingkungan muncul dalam penelitian tentang degradasi plastik PET oleh Aspergillus spp. dan bakteri endofit mangrove penghasil enzim L-asparaginase.

Penelitian lainnya membahas paparan multi-logam pada perairan dan ikan konsumsi Sungai Serayu. Dari sisi sosial-ekonomi, peserta mengkaji kerentanan pendapatan rumah tangga nelayan teri di Brebes serta pelanggaran penangkapan ikan berbasis Vessel Monitoring System (VMS).

Mempertemukan Riset dan Perspektif Lintas Bidang

Academic Travelling FPK UNAIR : Foto Bersama
Academic Travelling FPK UNAIR : Foto Bersama

Salah satu peserta, Annisa Rizki Nurhasyimi dari bidang Bioteknologi UNAIR, mempresentasikan penelitian berjudul Effects of Organic Acid Addition and Die Temperature Adjustment on Physicochemical Properties and In Vitro Protein Digestibility of High-Moisture Meat Analogues.

Menurut Annisa, Academic Travelling memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempertemukan hasil penelitian dengan perspektif dari bidang dan institusi yang berbeda.

“Academic Travelling menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus mendapatkan masukan dan perspektif dari peneliti maupun mahasiswa dari bidang yang berbeda,” ujarnya.

Pertemuan lintas bidang juga menunjukkan keterkaitan riset perikanan dan kelautan dengan berbagai isu. Topik tersebut mencakup ketahanan pangan, inovasi teknologi, kesehatan organisme akuatik, pengelolaan sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan.

Karena itu, Academic Travelling tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian. Kegiatan ini juga mendorong pertukaran gagasan antarmahasiswa dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut turut mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran dan jejaring akademik. Selain itu, riset yang membahas ekosistem dan sumber daya perairan juga beririsan dengan SDG 14 (Life Below Water).

Melalui Academic Travelling, mahasiswa magister dapat membawa hasil penelitian mereka ke ruang diskusi yang lebih luas. Pertemuan tersebut membuka peluang bagi riset untuk berkembang melalui pertukaran perspektif dan jejaring akademik yang terbentuk dalam rangkaian kegiatan FPK UNAIR.

Penulis: Fahmi Bayhaqi A
Editor: TPA

 

Rated 5 out of 5