Surabaya, 2 September 2024 – Di era digital ini, teknologi terus berkembang pesat, termasuk dalam bidang pangan. Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali membuat gebrakan dengan inovasi mereka yang bernama Terra Smart Patch, yang didukung oleh sebuah aplikasi canggih. Inovasi ini memungkinkan masyarakat untuk mendeteksi kesegaran makanan dengan lebih mudah dan akurat, sekaligus berkontribusi dalam upaya pengurangan food waste dan emisi karbon.
Terra Smart Patch merupakan sebuah teknologi yang dikembangkan oleh Tim Terra dari UNAIR, yang terdiri dari mahasiswa lintas fakultas: Arinda Melina Putri dan Putri Mardhotillah (Fakultas Perikanan dan Kelautan), Galih Satrio Jati dan Yeremia Budi Cristian (Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin), Claudia Benita (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Catherine Harijanto (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), serta Grae Amaranusa (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Berkat inovasi ini, Tim Terra berhasil menyabet tiga penghargaan di ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2024, yaitu Gold Medal, Best Productivity and Sustainability Project, serta U-Go x Inotek Scholarship dari INOTEX Foundation.
Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas masalah food waste yang sering kali terjadi karena ketidaktahuan masyarakat akan kesegaran makanan. Terra Smart Patch, yang terbuat dari pati mocaf, kappa karagenan, dan bunga telang, berfungsi sebagai indikator kesegaran makanan. Saat makanan mulai busuk, warna pada Terra Smart Patch akan berubah, memberi sinyal kepada pengguna bahwa makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi.
Namun, yang membuat inovasi ini semakin menarik adalah adanya aplikasi yang dikembangkan oleh Tim Terra. Aplikasi ini dirancang untuk mendeteksi perubahan warna pada Terra Smart Patch, sehingga sangat membantu mereka yang memiliki keterbatasan seperti buta warna. Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui tingkat kesegaran makanan tanpa harus mengandalkan penglihatan semata.
“Tujuan kami adalah untuk membuat teknologi yang inklusif dan dapat digunakan oleh semua kalangan. Aplikasi ini akan sangat berguna, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam melihat warna,” ungkap Arinda Melina Putri, salah satu anggota Tim Terra.
Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi bagi masalah food waste, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari limbah makanan. Dengan mengurangi jumlah makanan yang terbuang, emisi karbon pun dapat ditekan, sehingga turut mendukung upaya menjaga lingkungan.
Keberhasilan Tim Terra di ajang Indonesia Inventors Day 2024 diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan.





