Eco-campus merupakan kawasan yang digunakan untuk mendukung fungsi ekosistem perkotaan dan upaya menjaga keanekaragaman hayati serta konservasi di Indonesia. Eco-campus telah diterapkan pula di kawasan Kampus C UNAIR. Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) termasuk fakultas yang mendukung dan menerapkan pelaksanaan konsep Eco-campus, yakni dengan mengembangkan sistem akuaponik di lingkup fakultas. Sistem aquaponik merupakan kombinasi dari sistem akuakultur dan sistem budidaya sayuran secara hidroponik sehingga dapat membudidayakan ikan dan sayuran sekaligus. Di FPK, komoditas yang dikembangkan dalam sistem akuaponik adalah ikan lele dengan padat tebar tinggi. Sistem aquaponik di FPK telah dikembangkan sejak tahun 2016 dan terus berjalan hingga saat ini.
Sistem akuaponik di FPK telah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa. “Terdapat beberapa mata kuliah yang berintegrasi dengan kegiatan akuaponik ini. Tak hanya budidayanya, tetapi dapat berkolaborasi dengan beberapa aspek mata kuliah, seperti Teknologi Pembenihan, Manajemen Akuakultur Tawar, juga Kewirausahaan sehingga dapat menjadi media pembelajaran berbagai tingkatan mahasiswa, mulai dari semester awal hingga dijadikan sebagai bahan tugas akhir,” Ujar Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., MT. selaku Wakil Dekan Riset, Publikasi, Kolaborasi dan Publik Relasi FPK.
Dr. Sapto menuturkan sistem akuaponik dapat melatih kemampuan dalam bidang kewirausahaan mahasiswa karena sistem pengoperasian akuaponik dikelola bersama oleh fakultas dan organisasi kewirausahaan mahasiswa KAKEMA (Kajian Keilmiahan Mahasiswa). Hasil panen sistem akuaponik sebagian dijual dan sebagian dikelola kembali oleh para mahasiswa. “Sistem akuakultur yang digunakan pada sistem akuaponik FPK UNAIR aplikasinya tidak hanya tertuju pada peningkatan biomassa, tetapi juga penggunaan probiotik sehingga ikan lele hasil akuaponik memiliki kualitas baik dan diharapkan menarik minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan lele,” Ujarnya.
Perkembangan sistem akuaponik di FPK saat ini telah berjalan dengan baik. Namun, terdapat sedikit kendala ketika awal pandemi. Sistem akuaponik saat itu sempat dihentikan karena adanya peraturan pembatasan jumlah staff. “Pada akhir tahun 2020 dilakukan proses pembenahan sistem akuaponik sekaligus proses renovasi karena terdapat kerusakan akibat penghentian akuaponik. Pada awal tahun 2021, sudah mulai dilakukan kembali aktivitas produksi dengan sistem akuaponik,” Ungkapnya.
Walaupun dalam pelaksanaannya terjadi beberapa kendala, FPK UNAIR tetap konsisten mengembangkan sistem akuaponik sebagai dukungan pelaksanaan Eco-campus dengan upaya pelestarian ekosistem sekaligus sebagai pembelajaran bidang akademik dan non akademik mahasiswa.
#FPKUA #Ecocampus #Conserve #Aquaculture
Penulis : Denya Safa Fitri Syahira (Akuakultur, 2020)
Editor: Dimar Herfano (Akuakultur 2018)





