Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (HIMATEKHIKAN) Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) Periode 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi mahasiswa melalui pelaksanaan program kerja Writing Learning Class atau Kelas Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi anggota untuk memahami penyusunan administrasi organisasi yang sistematis, transparan, dan sesuai standar birokrasi fakultas.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Gedung B.304 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga ini berlangsung secara tatap muka dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Program ini menghadirkan Sekretaris Umum dan Bendahara Umum dari HIMATEKHIKAN periode 2025, Vannia Aulia Nasthit dan Samy Aini, sebagai pemateri utama yang membagikan pengalaman serta praktik terbaik dalam pengelolaan administrasi organisasi mahasiswa.
Penguatan Kapasitas Administrasi sebagai Fondasi Organisasi
Writing Learning Class diselenggarakan sebagai respons atas kebutuhan peningkatan kompetensi administratif anggota HIMATEKHIKAN 2026. Dalam organisasi mahasiswa, kemampuan menyusun proposal kegiatan dan laporan pertanggungjawaban menjadi aspek penting untuk memastikan program kerja berjalan secara terencana, akuntabel, dan berkelanjutan.
Materi yang disampaikan meliputi struktur proposal kegiatan mulai dari latar belakang, tujuan pelaksanaan, konsep kegiatan, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang efektif dan transparan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai sistematika penyusunan LPJ sebagai bentuk akuntabilitas organisasi terhadap pelaksanaan program kerja.
Selama sesi berlangsung, pemateri tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menghadirkan contoh dokumen nyata serta tips praktis dalam menghindari kesalahan umum administrasi. Pendekatan ini memungkinkan peserta memahami proses secara aplikatif sehingga dapat langsung diterapkan dalam kegiatan organisasi.
Antusiasme Peserta dan Suasana Pembelajaran Interaktif
Kegiatan berlangsung kondusif dengan partisipasi aktif dari peserta yang merupakan anggota HIMATEKHIKAN periode 2026. Diskusi dua arah menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait kendala teknis dalam penyusunan proposal maupun LPJ yang sering dihadapi dalam pelaksanaan program kerja.
Fasilitator memberikan solusi praktis sekaligus strategi penyusunan dokumen yang lebih efisien dan sesuai standar fakultas. Interaksi tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang kolaboratif sekaligus memperkuat budaya akademik berbasis diskusi dan peningkatan kapasitas bersama.
Testimoni Peserta
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru terkait pentingnya detail administrasi organisasi. “Melalui kelas ini, saya jadi lebih memahami bagaimana menyusun proposal yang jelas dan terstruktur sehingga program kerja dapat lebih mudah disetujui,” ujarnya.
Peserta lainnya juga menambahkan bahwa praktik langsung menjadi bagian paling membantu dalam kegiatan tersebut. “Contoh dokumen yang diberikan membuat kami lebih paham kesalahan apa saja yang harus dihindari saat membuat LPJ,” ungkapnya.
Mendorong Tata Kelola Organisasi yang Akuntabel dan Berkelanjutan
Sasaran utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas anggota HIMATEKHIKAN dalam bidang administrasi dan perencanaan program kerja. Output yang diharapkan berupa meningkatnya kompetensi anggota dalam menyusun dokumen organisasi yang lebih rapi, sistematis, serta sesuai standar institusi.
Secara lebih luas, kegiatan ini turut mendukung implementasi nilai tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel di lingkungan FPK UNAIR. Penguatan kapasitas administrasi mahasiswa berkontribusi terhadap terciptanya kolaborasi organisasi yang lebih efektif, selaras dengan semangat SDGs 17 (Partnerships for The Goals) melalui peningkatan kualitas manajemen organisasi mahasiswa.
Selain itu, peningkatan kualitas perencanaan program kerja juga berpotensi mendukung kegiatan kemahasiswaan yang berdampak pada pengembangan sektor perikanan berkelanjutan, sejalan dengan SDGs 14 (Life Below Water) dan SDGs 13 (Climate Action) melalui perencanaan kegiatan yang lebih terarah dan bertanggung jawab. Kompetensi administrasi yang baik juga membuka peluang program pengabdian masyarakat yang mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir, berkaitan dengan SDGs 2 (Zero Hunger) dan SDGs 1 (No Poverty) seperti salah satu program pengabdian masyarakat dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan yaitu mandala. Mandala merupakan program kerja unggulan Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan yang berfokus pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Program ini dilaksanakan melalui pembinaan pada satu desa pengabdian tetap sebagai mitra, sehingga kegiatan yang dilakukan tidak bersifat sementara, melainkan berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan terlaksananya Writing Learning Class, HIMATEKHIKAN berharap kualitas administrasi organisasi tahun 2026 semakin meningkat serta mampu menciptakan budaya kerja yang profesional di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam membangun mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kompeten dalam manajemen organisasi modern.






