Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Grativityfest 2025 melalui inovasi digitalisasi pupuk organik cair berbasis limbah ikan lele. Capaian ini tidak hanya menunjukkan keunggulan akademik mahasiswa FPK UNAIR, tetapi juga mempertegas kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek keberlanjutan lingkungan, ketahanan pangan, dan kemitraan.
Prestasi tersebut diraih oleh Chelsea Hani Marcelia Sundawa, Febrina Dhisty Antonputri, dan Zahrah Nabila Fatah dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh UKM Penalaran dan Kreativitas Universitas Pembangunan Veteran Jawa Timur (UPNVJT) pada 29 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan mencakup beberapa cabang lomba, yaitu Business Plan Competition (BPC), Poster, serta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Dalam ajang tersebut, tim FPK UNAIR bersanding dengan perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia, Telkom University Bandung, Politeknik Pekerjaan Umum Semarang, serta UPN Veteran Jawa Timur sebagai tuan rumah.
Dalam kompetisi ini, tim mengusung karya ilmiah berjudul “E-FISHLOG POC: Digitalisasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan Lele (Clarias batrachus) sebagai Implementasi Konsep Society 5.0 pada Sektor Perikanan Digital.” Inovasi tersebut berfokus pada pemanfaatan limbah ikan lele yang diolah menjadi pupuk organik cair (POC) dan diintegrasikan dengan sistem digital untuk pencatatan produksi, distribusi, serta monitoring kualitas. Pendekatan ini menjadi solusi atas permasalahan limbah perikanan yang berpotensi mencemari lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan solusi berbasis riset terhadap persoalan riil di sektor perikanan, sekaligus meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional. Selain itu, kompetisi ilmiah seperti Grativityfest 2025 menjadi wadah penguatan budaya riset, inovasi, dan kolaborasi antarmahasiswa lintas perguruan tinggi.
Secara substansi, inovasi E-FISHLOG POC selaras dengan beberapa tujuan SDGs. Pertama, SDGs 1 (No Poverty) karena inovasi ini berpotensi meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan melalui diversifikasi produk dan pengolahan limbah bernilai tambah. Kedua, SDGs 2 (Zero Hunger) karena pupuk organik cair yang dihasilkan dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas pangan. Ketiga, SDGs 13 (Climate Action) melalui pengurangan limbah organik yang dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca apabila tidak dikelola dengan baik. Keempat, SDGs 14 (Life Below Water) karena pengolahan limbah perikanan membantu mencegah pencemaran perairan dan menjaga keseimbangan ekosistem akuatik. Kelima, SDGs 17 (Partnerships for the Goals) tercermin dari kolaborasi antarperguruan tinggi dalam kompetisi nasional yang memperkuat jejaring akademik dan pertukaran gagasan inovatif.
Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini tidak hanya berupa capaian prestasi, tetapi juga penguatan kapasitas riset, kemampuan analisis ilmiah, serta keterampilan komunikasi dan presentasi. Secara kelembagaan, prestasi ini semakin mempertegas komitmen FPK UNAIR dalam mencetak lulusan yang inovatif, adaptif terhadap transformasi digital, serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Salah satu anggota tim menyampaikan bahwa proses penyusunan karya ilmiah hingga tahap presentasi final menjadi pengalaman yang sangat berharga. Mereka belajar mengintegrasikan ilmu pengolahan hasil perikanan dengan teknologi digital serta memahami pentingnya solusi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, tim berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui riset lanjutan maupun program pengabdian kepada masyarakat.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa FPK UNAIR lainnya untuk terus berinovasi, berkompetisi, dan berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional.







