Fakultas Perikanan dan Kelautan

AIRVENTURE 2026 FPK UNAIR Perkuat Kolaborasi Internasional dan Penguatan Perspektif Keberlanjutan Laut

3 minutes read
11 Views count

Internasionalisasi FPK UNAIR melalui AIRVENTURE 2026

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan AIRVENTURE (Airlangga Adventure) 2026 yang diselenggarakan oleh Airlangga Global Engagement (AGE) bersama FPK UNAIR sebagai fasilitator utama. Program ini merupakan bagian dari kegiatan inbound yang dirancang sebagai sarana pengenalan lingkungan akademik, budaya kampus, serta kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional. Dengan mengusung konsep petualangan edukatif, AIRVENTURE 2026 menghadirkan pengalaman belajar yang bersifat akademik sekaligus kolaboratif dalam memperkuat jejaring internasional peserta. 

Hari pertama kegiatan yang dilaksanakan pada 29 April 2026 ini diikuti oleh mahasiswa internasional dari berbagai negara di Asia, antara lain Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, Tiongkok, Uzbekistan, Thailand, dan Brunei yang merupakan gabungan dari Asean University Network. Kehadiran peserta dari beragam latar belakang tersebut mencerminkan luasnya jejaring kerja sama global FPK UNAIR sekaligus memperkaya dinamika pembelajaran lintas budaya di lingkungan fakultas.

Sejumlah perguruan tinggi ternama turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, di antaranya National University of Singapore dan Nanyang Technological University dari Singapura, Universiti Kebangsaan Malaysia dari Malaysia, De La Salle University dari Filipina, serta Can Tho University dari Vietnam. Partisipasi institusi-institusi tersebut semakin memperkuat atmosfer kolaboratif dan pertukaran pengetahuan antarnegara dalam bidang perikanan dan kelautan.

Pembukaan Resmi dan Penegasan Isu Keberlanjutan Laut

Rangkaian kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Prof. Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., M.P., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, khususnya mahasiswa internasional. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya pemahaman terhadap ekosistem laut Indonesia sebagai negara maritim dengan kekayaan biodiversitas yang tinggi. Ia juga menegaskan bahwa tantangan global seperti pencemaran, perubahan iklim, dan degradasi habitat menuntut kolaborasi lintas negara dan generasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perairan.

Sesi Akademik dan Penguatan Perspektif Global Akuakultur

Sesi akademik hari pertama menghadirkan berbagai pemaparan ilmiah yang berfokus pada isu-isu strategis di bidang perikanan dan kelautan. Pada sesi pemateri pertama, Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.Si menyampaikan materi “Fish are all around us. Do we know enough about them?” yang menekankan peran ikan tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga bagian penting dari ekosistem dan ketahanan pangan global. Sesi materi dilanjutkan oleh bapak Heru Pramono, S.Pi., M.Biotech., Ph.D yang membawakan materi “Marine Microbiology: Biosynthetic Gene Cluster for Novel Compounds and Enzyme Discovery”, mengulas potensi mikroorganisme laut sebagai sumber senyawa bioaktif dan enzim baru untuk pengembangan bioteknologi.

Setelah sesi istirahat, ibu Dita Wisudyawati, S.Pi., M.Sc memaparkan materi “Fish Meal Replacement” yang menyoroti inovasi bahan baku alternatif pengganti tepung ikan guna mendukung efisiensi dan keberlanjutan industri akuakultur. Sementara itu, di sesi selanjutnya Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., MT menyampaikan materi “Marine Biodiversity” yang membahas keanekaragaman hayati laut, urgensi konservasi, serta tantangan pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi assignment and self-reflection yang mendorong peserta untuk merefleksikan materi serta memperdalam pemahaman akademik yang telah disampaikan. Melalui pendekatan ini, AIRVENTURE 2026 tidak hanya menjadi sarana penguatan wawasan keilmuan, tetapi juga ruang strategis untuk memperkenalkan FPK unair ke khalayak global.

Secara keseluruhan, AIRVENTURE 2026 mempertegas peran FPK UNAIR dalam mendorong kolaborasi global serta penguatan kapasitas generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sektor perikanan dan kelautan. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan  SDGs 14 (Life Below Water) dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi kelautan.

Penulis : AAZ

Editor : TPA

Rated 5 out of 5